INGGRIS – Kelaparan yang dirasakan muslim Rohingya yang masih terjebak di Myanmar akan memaksa mereka untuk melarikan diri ke Bangladesh.
Ribuan lagi akan meninggalkan kampung halaman mereka dan menghadapi kondisi yang lebih sulit dalam beberapa hari dan minggu mendatang.
Rohingya yang masih berada di Rakhine sekarang menghadapi pemerasan oleh militer untuk membeli ternak yang dicuri dari Rohingya yang telah melarikan diri. Harganya sekarang tiga kali lipat dari nilai pasar.
Di sebuah desa bernama Oolaphay banyak rumah hancur di dekat pos keamanan, dimana gerombolan Rakhine didampingi oleh militer membakarnya di Maungdaw tiga hari yang lalu.
Presiden Organisasi Rohingya Birma di Inggris mengatakan, “Rohingya sekarang kelaparan di luar Burma dan jika tidak ada tekanan nyata terhadap pemerintah dan militer untuk mencabut pembatasan bantuan dan gerakan yang sebagian besar ditinggalkan oleh Rohingya di Burma akan dipaksa keluar dalam beberapa minggu, ” ungkapnya, mengutip Anadolu, Senin (9/10/2017).
“Militer dan pemerintah telah mengabaikan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.” tandasnya.




