Kelompok HAM Desak PBB Serukan Penutupan Kamp Penahanan Uighur

Dua puluh dua dubes di PBB menyurati Presiden Dewan dan Komisioner Tinggi HAM PBB tentang pelanggaran HAM pemerintah China terhadap etnis muslim minoritas Uighur di Xinjiang. Solidaritas negara Islam atau yang mayoritas pemeluk Islam diperlukan untuk membantu etnis Uighur.

XINJIANG – Sejumlah organisasi HAM terkemuka internasional membuat surat bersama yang meminta Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk secara terbuka mengecam China karena menahan lebih dari satu juta Muslim.

Surat bersama tersebut ditandatangani oleh Human Rights Watch, Amnesty International, Komisi Ahli Hukum Internasional, Federasi Internasional untuk Hak Asasi Manusia dan Konferensi Dunia Uighur, yang juga mendesak sekjen PBB untuk menyerukan penutupan segera semua kamp penahanan di provinsi Xinjiang.

Pekan lalu, Guterres meluncurkan program baru untuk melindungi situs-situs keagamaan di seluruh dunia. Program ini bertujuan memberikan rekomendasi konkret untuk membantu negara memastikan bahwa rumah ibadah dan jemaat mereka aman.

“Pesan khusus saya untuk semua negara di dunia adalah kebebasan beragama perlu dihormati dalam segala situasi,” kata Guterres, dikutip VOA.

“Dan itu dalam konteks kebebasan beragama dihormati sepenuhnya, semua situs keagamaan harus dilindungi.”

Advertisement