Kelompok HAM Kecam Pelarangan Acara Maulid Nabi di Myanmar

Ilustarsi muslim sholat di masjid di Yangon/ Republika

MYANMAR –  Kelompok pemerhati hak asasi manusia Burma Human Rights Network (BHRN) menyatakan kecamannya atas kegagalan pihak berwenang mencegah upaya para anggota ‘Pembela Agama Buddha’ mengganggu peringatan Hari kelahiran Nabi Muhammad.

Diketahui sebanyak 30 warga Myanmar, termasuk sejumlah biksu dari kelompok Pembela Agama Buddha, menggelar demonstrasi memprotes salah satu gelaran perayaan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW di Shan Kone, Yangon pada pekan lalu.

Menurut para pemrotes yang mengenakan topeng itu menuntut otoritas membatalkan acara tersebut.

Direktur Eksekutif BHRN, Kyaw Win mengatakan pemboikotan bermula ketika gelaran acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW diumumkan secara publik pada Senin (19/11/2018) pekan lalu.

Kelompok Pembela Agama Buddha langsung mengirimkan pernyataan keberatan kepada sejumlah kantor pemerintah lokal untuk membatalkan acara tersebut.

Pada Rabu sore, para pemrotes berkumpul di Bahan Myo Oo Sasana Monastery, lokasi markas Asosiasi Biksu Buddha Patriotik.

“Dari situ, para pemrotes pergi ke Shan Kone Road di Sanchuang sekitar pukul 16.00 waktu lokal,” kata Kyaw Win.

Kyaw Win menyebut insiden ini bukan yang pertama kali terjadi di Myanmar. Pada 2015 lalu, acara Maulid Nabi Muhammad dan forum dialog antar-agama juga batal digelar di Tharkayta karena tekanan dari kelompok nasionalis Buddha. Di tahun kedua, acara serupa juga batal digelar karena alasan yang sama.

“Ini adalah tahun ketiga pemerintahan Partai NLD (partai pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi) berkuasa dan tahun ketiga pula mereka gagal mencegah pengunjuk rasa mengganggu upacara hari besar umat Islam.”

Kyaw menganggap “pemerintah Myanmar tidak berusaha melindungi hak-hak umat Muslim untuk bebas beribadah” di negara mayoritas Buddha tersebut, demikian dihimpun CNN indonesia, Senin (26/11/2018).

Advertisement