Keluarga Alm Hadi Waluyo Sumbangkan Lima Alat Bantu Dengar

JAKARTA – Anak-anak dan keluarga alm. Bapak Hadi Waluyo melalui Dompet Dhuafa, menyumbangkan 5 (lima) alat bantu dengar (ABD) untuk para penyandang gangguan pendengaran.

Kelima penerima manfaat ABD ini merupakan anak-anak dari keluarga yang tidak mampu, sehingga sangat membutuhkan uluran tangan dari orang-orang baik. Beberapa minggu yang lalu, pihak penyedia alat bantu dengar Audiotone telah melakukan pengetesan terhadap setiap calon penerima manfaat untuk mendapatkan ABD yang sesuai dengan kondisinya masing-masing.

Tim LKC Dompet Dhuafa secara simbolis menyerahkan donasi kemanusiaan berupa ABD kepada Siti Muzdalifah (5) asal Desa Candali Kecamatan Rancabungur Kabupaten Bogor, didampingi sang ayah, Jajang (36).

Salah satu penerima manfaat, Agam Fathur Halim (5) tak henti-hentinya tersenyum usai terpasang ABD pada kedua telinganya. Ibunya, Rahmawati (35) pun berulangkali menangis haru melihat anak keduanya tersebut sumringah.

Menurut sang ibu, Agam mengalami gangguan pendegaran sejak lahir. Saat itu di usia 10 bulan kelahiran, Agam masih saja belum merespon saat ibunya memanggilnya. Sangsi dengan apa yang terjadi, sang ibu membawa Agam periksa ke dokter THT. Hasilnya, dokter menyampaikan bahwa gangguan pendengaran Agam diakibatkan oleh virus bawaan dari lahir.

Pekerjaan ayah Agam yang hanya serabutan menerima pesanan pembuatan kandang, membuat Rahmawati harus mencari bantuan lain. Di sisi lain, pasutri asal Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Rajek, Kabupaten Tangerang tersebut juga masih harus memenuhi kebutuhan hidup kedua anaknya yang lain. Beruntung di usia 5 tahun Agam saat ini dipertemukan dengan keluarga alm. Hadi Waluyo melalui Dompet Dhuafa.

“Kata dokter THT terkena virus bawaan dari lahir. Saya sudah ke sana ke mari mencari biaya bantuan untuk Agam. Alhamdulillah, Allah mempertemukan kami dengan Dompet Dhuafa,” terang Rahmawati, dikutip dari dompetdhuafa.org.

Selain bantuan ABD, Dompet Dhuafa dan keluarga alm. Hadi Waluyo juga sedang mempersiapkan bantuan kaki palsu untuk 5 (lima) penyintas tunadaksa. Di samping itu juga ada 20 penerima manfaat lainnya yang akan mendapatkan program jaminan kesehatan.

Advertisement