Kematian Akibat TBC Lampaui Covid-19

Dari 1.090.000 kasus, sebanyak 125.000 orang tewas tiap tahun akibat TBC di Indonesia (ilustrasi Detik.com)

WAMENKES Benjamin Paulus Octavianus mengungkapkan, angka kematian akibat penyakit tuberkulosis (TBC) di Indonesia melebihi kematian akibat Covid-19, namun masyrakat tidak menyadarinya karena penyakit ini berkembang perlahan.

“Bayangkan jumlah yang meninggal akibat TBC di atas 125 ribu, lebih banyak dari Covid-19m  tapi kita nggak anggap,” kata Benjamin usai bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI, Kamis (13/11).

Menurut catatan, pandemi Covid-19 yangjuga melanda Indonesia sejak 20 Maret 2020 hingga Juli 2023 menewaskan sekitar 162.000 orang dan memapar 6,83 juta orang,

Sementara Global TB Report 2024 menyebutkan, Indonesia yang menempati ranking ke-2 kasus TBC setelah India dengn jumlah penderita 1.090.000 orang dengan 125.000 kmatian setiap tahun atau sekitar 14 kematian setiap jam.

Benjamin bertemu Pramono dalam rangka penanganan TBC di Jakarta. Dia menyinggung Indonesia menempati posisi kedua tertinggi di dunia untuk jumlah kasus TBC setelah India.

“Sekitar 10 persen kasus penyakit TBC dunia ada di Indonesia,” ujarnya.

Tak cukup diobati medis

Benjamin menegaskan bahwa pemberantasan TBC tidak bisa hanya dilakukan lewat pengobatan medis, tetapi juga harus dengan perbaikan faktor sosial ekonomi dan gizi masyarakat.

“Orang yang kurang gizi, daya tahan tubuhnya lemah, atau diabetesnya tidak terkontrol, rentan TBC. Maka penanganannya harus lintas sektor,” jelasnya.

Pemerintah, lanjuatnya, tengah menyiapkan revisi Perpres Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis. Dalam revisi tersebut, jumlah kementerian dan lembaga yang terlibat akan diperluas dari 15 menjadi 35, termasuk TNI dan Polri.

“Kita mau serius, karena kalau 300 ribu orang sakit TBC berkeliaran, penyakit ini tidak akan pernah hilang dari Indonesia,” tegasnya.

Kemenkes menargetkan Indonesia bisa menurunkan angka kasus TBC secara signifikan pada 2030 sejalan dengan target World Health Organization (WHO) untuk eliminasi TBC secara global.

“Karena perkembangan penyakitnya kan slow, jalannya pelan-pelan. Ini yang kita akan eliminasi TBC, dari WHO minta tolong Indonesia menurunkannya.

Jangan sampai, SDM yang diperlukan untuk mengejar era Indonesia Emas pada 2045 terhalang tingginya kasus TBC. (detik.com/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here