Kematian Haniye Dikhawatirkan Gagalkan Perundingan Damai, Begini Tanggapan AS

Ismail Haniyeh/ AFP

NEW YORK –  Pembunuhan pemimpin Hamas Ismail Haniyeh di Iran menimbulkan kekhawatiran tentang eskalasi regional dan kegagalan perundingan perdamaian.

Menanggapi hal tersebut, AS mengatakan masih percaya bahwa kesepakatan gencatan senjata Gaza “dapat dicapai”.

“Kami telah melihat Israel terlibat dalam pembicaraan konstruktif yang telah kami lakukan tentang kesepakatan gencatan senjata. Jadi kami terus percaya bahwa kesepakatan gencatan senjata dapat dicapai dan mendesak dan itu adalah sesuatu yang diinginkan oleh mitra kami di Israel,” kata wakil juru bicara Departemen Luar Negeri Vedant Patel kepada wartawan.

Ketika ditanya apakah penilaian AS masih berlaku bahwa Israel terlibat secara konstruktif, Patel berkata jika pihaknya masih melakukan penilaian.

“Kami terus percaya bahwa kesepakatan itu dapat dicapai dan mendesak dan kami terus bekerja dan berkomitmen untuk bekerja guna mempersempit kesenjangan tersebut dan mewujudkan kesepakatan itu,” imbuhnya.

“Yang dapat saya katakan adalah bahwa prioritas kami di seluruh kawasan adalah terus mempromosikan solusi diplomatik.”

“Tim kami terus bekerja sangat keras untuk mempersempit dan menutup kesenjangan dan terus percaya bahwa kesepakatan itu mungkin,” kata Patel, seraya menambahkan bahwa mewujudkan kesepakatan itu adalah sangat penting bagi AS.

“Kami terus mendesak semua pihak untuk menahan diri guna menghindari eskalasi menjadi konflik regional yang lebih luas,” imbuhnya.

Patel juga menegaskan kembali komitmen AS terhadap keamanan Israel dan “membela mereka dari serangan jahat seperti yang dilakukan oleh rezim yang sembrono seperti rezim Iran.”

Ketika ditanya apakah AS menganggap pembunuhan Haniyeh sebagai “agresi Israel”, Patel mengatakan AS tidak memiliki informasi apa pun tentang insiden itu.

Pembunuhan Haniyeh terjadi saat Israel dan kelompok Lebanon Hizbullah berada di ambang perang habis-habisan setelah serangan roket di Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel menewaskan 12 orang.

Militer Israel menyalahkan Hizbullah, dan menewaskan seorang komandan tinggi kelompok itu di Beirut pada hari Selasa.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here