Kematian Pasien Corona Meningkat saat BOR Menurun, Kemenkes Ungkap Penyebabnya

Ilustrasi/ Antara

JAKARTA  – Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan beberapa alasan mengapa angka kematian akibat Covid-19 di Indonesia tinggi di saat tingkat keterisian rumah sakit (BOR) menurun.

Dia mengatakan hal itu bisa terjadi karena kemungkinan banyak pasien Covid-19 yang meninggal di luar rumah sakit. Mereka, kata Nadia, tidak ke RS karena beberapa faktor.

“Karena masih banyak penderita positif yang terlambat mengakses layanan RS, dan masih banyak yang isoman tetapi tidak mau dirujuk ke isolasi yang terpusat,” kata Nadia, dilansir CNNIndonesia.com, Rabu (28/7/2021).

Selain itu, tingginya kematian juga dipengaruhi oleh adanya mutasi virus covid-19 yang dianggap lebih berbahaya, yakni varian Delta.

Nadia juga menepis adanya kemungkinan tingginya kematian karena fasilitas kesehatan kurang. Sebab, kata dia, jika BOR turun maka artinya fasilitas cukup. “Saat ini BOR turun artinya ketersediaan sarana mencukupi,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya BOR RS di sejumlah wilayah di Indonesia mengalami penurunan. Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi menyebutkan beberapa daerah yang mengalami penurunan tingkat keterisian rumah sakit antara lain, Kudus, Pati, Rembang, dan Semarang, Jakarta, Tangerang, dan Bekasi.

Kasus positif harian juga mengalami tren penurunan dalam beberapa hari terakhir. Kasus tertinggi pada 15 Juli dengan total 56.757 kasus harian. Sejak itu kasus harian fluktuatif dengan kecenderungan menurun.

 

Advertisement