GARUT – Angka kemiskinan di Garut, Jawa Barat diakui Wakil Bupati Garut Helmi Budiman masih tinggi, bahkan masih berada di atas angka kemiskinan tingkat Provinsi Jawa Barat dan nasional.
Menurutnya angka kemiskinan berada di kisaran 12,86 persen. Sementara Jawa Barat dan nasional sudah di bawah sepuluh persen dan nasional.
Sebagai upaya mengatasi tingginya kemiskinan di Kabupaten Garut, diungkapkannya dibutuhkan sinergitas berbagai pihak. Salah satunya dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut.
Selain kewajiban bagi umat muslim, zakat juga merupakan salah satu instrumen pengentasan kemiskinan. Bahkan terdapat aturan soal zakat di UU No 39 Tahun 1999, yang kemudian disempurnakan kembali melalui UU. No.23 Tahun 2011 tentang pengelolaan zakat. Sehingga diharapkan lembaga amil zakat dapat bekerja profesional dalam membantu pengentasan kemiskinan.
“Peran zakat sangat strategis dan berpengaruh secara signifikan terhadap pembangunan daerah apabila diatur dan dikelola dengan baik dan profesionalisme oleh pengurus Baznas itu sendiri. Serta didukung melalui regulasi dan perangkat yang terus menerus diberikan oleh pemerintah daerah,” ujarnya, mengutip Republika, Minggu (16/4/2017).
Diketahui, Baznas Garut mempunyai berbagai program guna membantu masyarakat Garut seperti pembangunan rumah tidak layak huni, santunan kepada siswa miskin dan orang jompo. Namun selain Baznas, Helmi juga meminta lembaga lain ikut membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan.
“Ya kan, bukan hanya kewajiban pemerintah saja, tapi bagaimana mengkoordinasikan unsur-unsur yang lain sehingga sinergi sejalan fokus mengentaskan masyarakat miskin,” sebutnya.





