JAKARTA – Rumput liar merambat masuk. Ketika hujan tiba airnya pun menelusup hingga membasahi lantai. Belum lagi saat musim angin kencang, hanya sarung lusuh yang mampu melindungi tubuh Jani.
Jangan membayangkan rumah atau sebuah kontrakan, di masa tua nya saat ini Jani mendiami rumah bekas pos polisi berukuran 3 X 2 meter persegi beratapkan terpal sederhana.
Tidak hanya tempat tinggalnya yang memprihatinkan, diketahui Jani mengidap stroke sejak tiga tahun lalu. Kisah hidup Jani yang malang dibagikan oleh netizen bernama Yuni Rusmini. Melalui akun facebooknya Yuni mengatakan bahwa Pos Polisi yang ditinggalai Jani berada di daerah Lemah Abang, Saradan, Madiun, Jawa Timur.
Guna menyambung hidup sehari-hari Jani praktis hanya mengandalkan belas kasihan orang untuk makan karena kondisi fisik yang sudah lumpuh. Berikut postingan lengkap Yuni.
“Buat sahabat FBku yang tinggal di daerah Madiun dan sekitarnya, atau sering lewat jalan ini, tolong berhenti, singgah, atau kasih sedikit makanan atau minuman pada kakek ini. Atau mungkin bantu share syukur bisa menghubungi Dinsos setempat agar kakek ini bisa hidup dengan layak di hari tuanya seperti kakek-kakek yang lain. Terima kasih,” tulis Yuni dalam postingannya.
Yuni juga memaparkan bahwa hingga detik ini Jani tak pernah tersentuh oleh pemerintah setempat. Untuk membantu meringankan hidup Jani, Yuni sampai menunjukan arah tempat pos polisi itu berada.
“Arah-arahnya Kalau dari Nganjuk, setelah pom bensin Petung (Waduk Bening) lurus saja, nanti ada bekas pos polisi Lemah Abang yang ada Pembangunan tol. Kakek ini ada di pos situ,”tulisnya.
Tak diketahui secara pasti berapa umur Jani dan dari mana asalnya karena tidak memiliki identitas sama sekali. Dikatakan Yuni, Jani juga kesulitan untuk diajak berkomunikasi meskipun belum lama ini beberapa orang datang untuk membantu dan membenarkan terpal bekas ke pos polisi itu.
“Asal-usul gak ada yang tahu karena di situ sepi jauh dari keramaian. Bisa juga sengaja dibuang orang atau orang kesasar juga enggak tahu,” tutup Yuni.





