Kenali gejala Stroke

Stroke atau pecahnya pembuluh otak menjadi penyakit paling tinggi penyebab kematian, baik global mau pu di Idonesia. Waspadalah! (ilustrasi: dimarco official)

PENYANYI dan artis legendaris Titiek Puspa meninggal pada  usia 87 tahun, Kamis (10/4) akibat serangan stroke (pecahnya pembuluh otak) , penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian dan kecacatan, baik secara global mau pun di Indonesia.

Mengutip laman Kompas.com pada Kamis (10/4), puteri slung mendiang , Petty Tunjungsari, mengungkapkan  bahwa sang penyanyi dan musisi Indonesia ini mengalami pendarahan otak di sebelah kiri.

Stroke adalah gangguan aliran darah ke otak disebakan oleh pembekuan darah (iskemik) atau pecahnya pembuluh darah dalam otak (hemoragic).

“Setelah diperiksa, ada pendarahan otak di sebelah kiri, kepala kiri. Itu memang termasuk yang serius karena Ibu Titiek usianya 87 tahun, “ tutur Petty. Dari kabar duka Titiek Puspa meninggal, kita bisa belajar tentang pendarahan otak yang berakibat fatal.

Pendarahan otak dikenal juga sebagai hemorrhagic stroke atau intracranial hemorrhage, seperti yang dikutip dari WebMD. Pendarahan ini merupakan kondisi gawat darurat yang terjadi ketika pembuluh darah dalam otak pecah atau mengalami kebocoran.

Pendarahan bisa menyebabkan darah terkumpul, menggumpal, dan menekan jaringan otak di sekitarnya, sehingga sel-sel tidak mendapatkan oksigen dan nutrisi yang cukup.

Dampak merusak

Pendarahan otak berdampak merusak yang serius pada sel-sel otak. Dalam waktu tiga hingga empat menit saja tanpa oksigen, sel-sel otak dapat mulai mati secara permanen, seperti yang dikutip dari Cleveland Clinic.

Jika sel-sel otak mati, bagian tubuh yang dikendalikan oleh sel-sel tersebut bisa kehilangan fungsi normalnya.

Oleh karenanya, pendarahan otak sangat berisiko menyebabkan kecacatan atau kematian. Sebab, otak adalah organ vital pada tubuh manusia yang memiliki peran yang sangat kompleks.

Misalnya, dikutip dari Johns Hopkins Medicine, pendarahan otak terjadi di sebelah kiri bisa menyebabkan efek berupa: kelemahan atau kelumpuhan hilangnya kemampuan sensorik pada sisi kanan tubuh

Jerjadi gangguan bicara dan pemahaman bahasa (afasia), masalah penglihatan, termasuk hilangnya bidang penglihatan kanan di kedua mata, tidak mampu melakukan penghitungan, pengorganisasian, penalaran, atau analisis perubahan perilaku, seperti bersikap hati-hati dan ragu-ragu,depresi, gangguan kemampuan membaca, menulis, dan mempelajari informasi baru

Penyebab utama stroke

Pecah pembuluh darah adalah salah satu penyebab stroke, yang disebut stroke hemoragik. Stroke hemoragik terjadi sekitar 13 persen dari semua kejadian stroke.

Hemoragik adalah istilah medis untuk pendarahan di dalam tubuh, seperti yang dikutip dari Cleveland Clinic.

Pendarahan akibat pembuluh darah pecah di otak akan mengganggu sirkulasi normal di organ vital manusia yang menyebabkan otak tidak bisa mendapatkan suplai darah dan oksigen yang dibutuhkan untuk berfungsi normal.

Kondisi tersebut juga menambah tekanan ekstra di dalam otak, yang bisa merusak dan membunuh sel-sel di dalamnya.

Mengutip American Stroke Association, darah yang terkumpul akibat pendarahan bersifat racun bagi jaringan otak. Stroke hemoragik sangat berbahaya karena menyebabkan gejala parah yang memburuk dengan cepat.

Jika tidak mendapatkan pertolongan medis segera, penderita stroke ini sering kali mengalami kerusakan otak permanen dan akibat fatal. Semakin cepat seseorang didiagnosis dan diobati, semakin besar kemungkinan mereka akan selamat dari stroke.

Waspada dan waspadalah jika anda mengidap darah tinggi, kolesterol atau diabetes  yang bisa memicu gumpalan darah atau sumbatan sehingga berujung stroke.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here