LONDON–Facebook meluncurkan peta bencana pada Rabu (7/6) kemarin. Aplikasi ini ditujukan untuk membantu organisasi kemanusiaan menyalamatkan nyawa seseorang dalam keadaan darurat.
“Bila ada banjir, gempa bumi, kebakaran atau bencana alam lainnya, organisasi respon membutuhkan informasi yang akurat dengan cepat tentang di mana orang yang harus diselamatkan nyawanya,” kata pendiri dan CEO Mark Zuckerberg melalui status Facebook-nya.
Mark menambahkan, ketika saluran komunikasi tradisional seperti telepon down, perlu banyak waktu untuk mencari tahu di mana orang membutuhkan bantuan. Peta tersebut akan mencerminkan pergerakan dan lokasi orang sebelum, selama, dan setelah bencana untuk membantu, tim penyelamat menemukan lokasi mereka. Termasuk untuk menyediakan makanan, air dan obat-obatan.
Zuckerberg mengatakan bahwa peta baru tersebut akan membantu membangun “komunitas yang aman, dan kami akan terus melakukan lebih banyak inisiatif seperti ini,” tambahnya.
Facebook juga bekerja sama dengan sejumlah badan PBB seperti UNICEF, juga Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), WFP, untuk mengidentifikasi data apa yang paling dibutuhkan. Mereka semua memiliki akses langsung ke peta itu.
Facebook akan menyediakan tiga jenis peta, yaitu: Peta kepadatan lokasi untuk menunjukkan lokasi orang sebelum, selama dan setelah bencana; Peta gerakan yang akan menggambarkan penerbangan di sekitar lokasi selama beberapa jam; dan peta pemeriksaan keamanan yang bisa digunakan oleh pengguna untuk memberitahu keluarga dan teman mereka bahwa mereka berada di luar zona bahaya.
We just announced a new partnership with UNICEF, the International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, and the World Food Programme to share real-time data to help respond after natural disasters. When there's a flood, earthquake, fire or other natural disaster, response organizations need accurate information quickly about where people are in order to save lives. The problem is that when traditional communication channels like phone lines are down, it can take too much time to figure out where people need help. As more people connect on Facebook, we can share insights to help organizations understand who's in danger, who's safe, and where to send resources. This is part of creating safe communities, and we will keep doing more initiatives like this to help.
Dikirim oleh Mark Zuckerberg pada 7 Juni 2017





