JAKARTA (KBK)-Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera masih terjadi sampai kini.Tidak seperti sebelumnya, sampai awal Oktober ini titik api telah berkurang.
Sejak kebakaran terjadi April lalu sampai September 2015 ini kerugian diperkirakan mencapai puluhan trilyun. “Berdasarkan data world bank tahun 2013 kebakaran di satu provinsi saja mencapai 20 trilyun, apalagi tahun ini serempak 6 provinsi bisa lebih dari itu,”kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei saat jumpa pers di Graha BNPB jalan Pramuka ,Jakarta Timur, Kamis (1/10).
Sementara itu, Willem mengatakan, anggaran yang tersedia sampai September lalu sudah mencapai Rp.500 Milyar. Kemungkinan masih bisa bertambah lagi karena diperkirakan titik api masih tersebar di beberapa wilayah.
“Ya memang dana atau anggaran pencegahan lebih kecil dibanding penanganan,”tambahnya.
Namun, Willem mengaku hingga saat ini belum diketahui secara pasti jumlah kerugian. “Baru akan dihitung setelah penanganan selesai,” tukasnya.




