Ketimpangan Bisa Picu Konflik Sosial

0
163
Seminar Nasional Mengurai Solusi Ketimpangan di Jakarta, 19 Juli 2017. Foto: Jun Aditya/KBK

JAKARTA (KBK) – Menurut data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) angka ketimpangan di Indonesia per Juli 2017 mengalami stagnan di angka 0,393.

Angka tersebut hanya turun 0,01 persen dari 6 bulan sebelumnya 0,394 persen. Menurut Wakil Direktur INDEF Eko Listiyanto jurang ketimpangan di Indonesia sangat berpotensi memicu kerawanan dan konflik sosial.

Eko menambahkan, pada banyak kasus kerawanan sosial bisa terjadi karena kemiskinan yang akut dan berbuntut pada ketimpangan.

“Masyarakat lama kelamaan bisa frustasi karena hidup miskin dan yang ditakutkan terjadi instabilitas sosial,” ujar Eko di sela-sela acara Seminar Nasional bertajuk ‘Mengurai Solusi Ketimpangan’ di Jakarta, Rabu (19/7).

Lanjut Eko kerusuhan akibat ketimpangan kini tengah melanda Negara-negara Amerika Latin dan bukan tidak mungkin dapat merembet ke Indonesia mengingat angka ketimpangan yang semakin tinggi.

“Daerah yang alami ketimpangan tertinggi itu ada di Jakarta, Bengkuku, Maluku, Kalsel dan Sumsel,” ujarnya.

Guna menurunkan angka ketimpangan tersebut dikatakan Eko pemerintah harus menjalani program jangka pendek dari hulu hingga hilir yang memiliki dampak cepat untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

Advertisement div class="td-visible-desktop">