DEMAK – Pengungsi banjir di Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, sudah mulai ada yang pulang ke rumahnya karena genangan banjir mulai surut, namun banyak juga yang belum pulang karena genangan masih tinggi.
Faiz, salah seorang warga Desa Ketanjung, Kecamatan Karanganyar, Demak, Kamis, mengaku sudah pulang ke rumah sejak Rabu (14/2), meskipun di dalam rumah masih ada genangan air setinggi 10 centimeter.
Selama banjir, dia bersama keluarga mengungsi di tempat saudaranya di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kudus.
Berbeda dengan Sri Tampi yang merupakan warga Desa Karanganyar, Kecamatan Karanganyar, yang mengaku belum bisa balik ke rumahnya karena genangan banjirnya masih setinggi leher orang dewasa.
“Padahal, saya sudah mengungsi sejak Kamis (8/2) hingga sekarang belum juga bisa pulang ke rumah,” ujarnya sedih.
Camat Jati Kabupaten Kudus, Fiza Akbar, mengakui jumlah warga Demak yang mengungsi di Kabupaten Kudus masih cukup banyak.
Hasil pendataan per Kamis (15/2), jumlahnya justru bertambah hingga mencapai 3.805 jiwa, sedangkan pada Selasa (13/2) hanya 3.393 jiwa.
“Kalaupun ada yang balik ke rumah, biasanya suaminya saja untuk mengecek kondisi rumah, termasuk untuk memastikan keamanan barang-barang berharga,” ujarnya.
Dalam rangka mempercepat surutnya genangan banjir di Desa Ketanjung dan Karanganyar, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia menyiapkan sebanyak 22 unit pompa penyedot air dengan total kapasitas 11.500 liter per detik.
Awalnya mesin pompa penyedot yang dihadirkan berjumlah 11 unit, kemudian ditambah lagi menjadi 22 unit setelah mendatangkan pompa tambahan dari Solo, Surabaya, Cirebon, dan Jakarta.





