Sabar, Penghitungan Suara Belum Tuntas

Paslon no urut 2 Prabowo dan Gibran dalam quick count, untuk sementara memenangkan Pilpres 2024. Namun hasil perhitungan resmi dan final bari ditetapkan Maret nanti.

Hasil quick count atau hitung cepat Litbang Kompas sampai  Kamis (15/2), pukul 14:25, pasangan No. urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka meraih 58,5 persen suara, diikuti paslon No. urut 1 Anies Baswean dan Cak Imin  25,39 persen dan paslon No. urut 3 Gajar Pranowo dan Mahfud MD 16,59 persen.

Sebelumnya , sejumlah lembaga survei selain Litbang Kompas, Rabu malam pukul 20:00 (14/2) mencatat, perolehan suara duet Pabowo-Gibran jauh meninggalkan kedua paslon lainya, baik di P. Jawa dan Sumatera  mau pun di gugus pulau-pulau lainnya di Indonesia.

Litbang Kompas, Charta Politica, Indikator, LSI, Pouli Center dan Saiful Mujani R&C mencatat raihan suara antara 57,44 sampai  59,28 persen untuk Prabowo-Gibran, 24,37 persen sampai 25,5 persen untuk Anies-Cak Imin dan kisaran antara 16,17 persen sampai 17, 27 persen untuk Ganjar – Mahfud MD.

Perolehan suara tersebut mengacu pada jumlah suara masuk yang saat itu berkisar antara 84,45 sampai 95,3 persen untuk masing-masing Lembaga survei.

Ganjar dan Gibran unggul di wilayah lumbung suara di Pulau Jawa dan Sumatera yang (115,3 juta dan 43 juta) atau sekitar 75 persen dari total pemegang hak pilih yakni sekitar 204,8 juta jiwa. Bahkan di Sulawesi, Kalimantan, Maluku dan Papua, duet Prabowo-Gibran mampu meraih lebih dari 60 persen suara.

Pemungutan suara dilaporkan berjalan aman dan lancar termasuk di wilayah rawan gangguan KKB di Papua, kecuali di sejumlah wilayah termasuk DKI Jakarta yang diguyur hujan lebat sehingga beberapa TPS tergenang.

Tentu saja, hasil raihan angka sementara itu membuat kubu duet Prabowo dan Gibran makin percaya diri bakal memenangkan pilpres 2024 dengan mulai melakukan lobi-lobi pada para parpol pendukungnya.

Prabowo sendiri menyatakan ia siap merangkul kekuatan parpol lainnya jika menang dalam pilpres 2024 ini untuk bersama-sama membangun negeri ini.

Menang Satu Putaran?

Namun demikian, kemenangan dalam satu putaran tidaklah mudah, karena diperlukan bagi parpol atau koalisi parpol selain memperoleh suara mayoritas (di atas 50 persen) dalam pilpres dan capres dan paling tidak 20 persen suara di lebih setengah (20) dari seluruhnya 38 provinsi di Indonesia.

Lembaga survei Australia Roy Morgan juga menyangsikan ada di antara ketiga paslon yang mampu menembus satu putaran saja, walau diprediksi, dalam putaran kedua, Prabowo-Gibran akan memenangkan kontestasi pilpres dan cawapres kali ini.

Putaran kedua akan diikuti dua paslon capres dan cawapres dengan suara terbanyak di putaran pertama. Pemutakhiran data pemilih dan penyusunan data pemilih akan akan dilakukan 22 Maret sampai 25 April 2024, lalu tahap kampanye 23 sampai 25 Juni.

Masa tenang utuk putaran kedua 23 – 25Juni, pemungutan suara 26 Juni, sedangkan rekapitulasi hasil perolehan suara 27 Juni sampai 20 Juli 2024.

Pemilu serentak 2024 berlangsung di tengah gunjang-ganjing politik, munculnya berbagai aksi dari tokoh-tokoh masyarakat, cerdik cendekia dan puluhan civitas academica termasuk para guru besar yang menyuarakan berbagai persoalan bangsa.

Selain pro-kontra ketetapan MK mengenai usia mimimum capres dan cawapres di bawah 40 tahun pencalonan Gibran, para pengritik pemerintah juga memprihatinkan krisis moral dan etika serta kepemimpinan termasuk tudingan terkait netralitas presiden dan pejabat negara termasuk di sejumlah daerah  soal dukung-mendukung capres dan cawapres tertentu.

Siapa pun, presiden dan wapres yang terpilih nanti, hendaknya mereka tidak ingkar dari janji-janji,  dan visi misi yang disampaikan mereka selama kampanye.

Rakyat akan membuktikan dan juga menagihnya!

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here