JAKARTA (KBK) – Dalam Rukun Islam, zakat merupakan rukun yang paling terlantar. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua BAZNAS Prof Dr Bambang Sudibyo MBA CA dalam paparannya di acara konvrensi Word Forum Zakat 2017 (WZF).
“Untuk itu semoga dari konfrensi ini zakat bisa bangkit utamanya berguna untuk entaskan kemiskinan,” ucap Bambang di Jakarta, Rabu (15/3).
Hal senada juga dilontarkan oleh anggota BAZNAS, Masdar Farid Masudi yang menyampaikan keprihatinannya karena zakat merupakan rukun Islam yang paling terlantar, dibanding dengan rukun Islam yang lain.
“Pertama terkait dengan cara implementasi pengenaannya terhadap wajib zakat. Sejauh ini, kita memperlakukan zakat hanya sebagai kewajiban yang bersifat suka rela (voluntarily),” katanya.
Disamping zakat diperlakukan secara suka rela, tarif yang dikenakan pun begitu rendah, rata-rata hanya 2.5 %. Bandingkan dengan pungutan (sedekah) sejenis yang berlaku di kalangan umat agama lain.
Tahun ini penghimpunan zakat secara nasional yang dilakukan oleh seluruh organisasi pengelola zakat resmi di Indonesia ditargetkan mencapai Rp 6 Triliun atau meningkat 20% dari tahun 2016. Jumlah tersebut diharapkan dapat mengentaskan 1% penduduk miskin di tanah air atau sekitar 280 ribu jiwa.





