Ketua BWI : Untuk Amal Berkelanjutan Perlu Sinergi Pengelolaan Wakaf

Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Mohammad Nuh, menyampaikan sambutan dalam acara Gerakan Sejuta Wakif, Indonesia Wakaf Summit 2017, Kamis (14/12/2017),di Grand Sahid Jaya, Jakarta. Foto: Maifil/KBK

JAKARTA – Wakaf dapat produktif dan dirasakan manfaatnya oleh umat karena penghimpunan wakaf dan pengelolaannya dilaksanakan secara bersinergi antara elemen terkait.

“Dompet Dhuafa hari ini membuktikan sinergi itu, untuk itu mari kita dukung, ” kata Mohammad Nuh, Direktur Badan Wakaf Indonesia (BWI) dalam acara Peluncuran Gerakan Sejuta Wakif di Indonesia Wakaf Summit 2017, di Grand Hotel Sahid Jaya Hotel, Jakarta, Kamis malam (14/12/2017).

Peluncuran Gerakan Sejuta Wakif ini merupakan Sinergi Dompet Dhuafa, Badan Wakaf Indonesia dan Forum Wakaf Produktif.

Dikatakan mantan Menteri Pendidikan ini ada 4 fungsi wakaf ; Pertama, ibadah. Jadi tolong bantu permudah orang-orang yang mau berwakaf. Kedua, Kesejahteraan Umat, untuk itu harus dikelola dengan baik dan profesional agar wakaf jadi produktif dan bermanfaat seluas-luasnya. Ketiga, Dakwah. Wakaf dapat menangkal keburukan karena ia fungsinya sebagai dakwah untuk mengajak orang kepada kebaikan. Keempat, Harkat dan martabat di sisi Allah Swt.

Mohammad Nuh berpesan, kita harus memperhatikan perkembangan zaman supaya bisa beradaptasi dan tetap berkelanjutan, sehingga wakaf pun benar-benar menjadi amal yang berkelanjutan.

Acara Peluncuran Gerakan Sejuta Wakif dalam Indonesia Wakaf Summit juga dihadiri Ketua MPR Zulkifli Hasan, Mantan Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, Mantan Menteri Bappenas Andrinof Chaniago, Ketua Dewan Pembina Dompet Dhuafa Parni Hadi, Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Republika Ismail A. Said dan beberapa pejabat lainnya.

Advertisement