KNKT Belum Tau Penyebab Jatuhnya Pesawat Latih PA 42

Ilustrasi/ liputan6.com

JAKARTA-Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) angkat bicara Terkait jatuhnya pesawat latih jenis Piper PA 42 dengan nomor registrasi PK-PBG milik PT Perkasa Flight School, Cilacap, Kamis (18/8).

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono mengatakan, Tim KNKT hari ini meluncur ke lokasi kejadian jatuhnya pesawat dan melihat situasi sekitarnya. Setelah itu tim akan mengumpulkan data berupa foto dari bangkai pesawat untuk mengetahui kondisi pesawat tersebut. Tim juga akan mengambil sampel oli yang nantinya akan diperiksa di laboratorium.

Menurut Soerjanto, biasanya tim membutuhkan waktu maksimum 2-3 hari di lokasi kejadian. Namun perlu waktu yang lebih lama untuk mengidentifikasi pesawat yang mesinnya mati, karena mesin pesawat akan dibawa ke Jakarta untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sampai saat ini, Soerjanto melanjutkan, Tim KNKT belum mewawancarai siswa dan instruktur yang selamat setelah jatuhnya pesawat tersebut.

“Tim dapat menyimpulkan penyebab jatuhnya pesawat setelah tim mendapatkan informasi dari tiga orang yang selamat dengan mencocokkan informasi di lapangan dan laboratorium,” katanya seperti dikutip Elshinta Jumat (19/8).

Ia mengatakan, penyelidikan antara pesawat militer dan sipil pada umumnya tidak ada bedanya. Hanya pada saat waktu penyelidikan pesawat militer yang membawa persenjataan, ada prosedur khusus.

“Namun, jika pesawat sipil harus berhati-hati tentang kargo pesawat yang ada di bawahnya,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, pesawat latih jenis Piper PA 42 dengan nomor registrasi PK-PBG milik PT Perkasa Flight School, Cilacap jatuh. Pesawat yang terbang dari Nusawiru itu jatuh di lahan pesawahan Desa Kujang, Kecamatan Karang Nunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (18/8) pukul 15.30 WIB.

Advertisement