JAKARTA – Wakil Ketua Komnas Hak Asasi Manusia (HAM) Munafrizal Manan menyatakan harus ada pihak yang bertanggung jawab dalam kasus gangguan ginjal akut yang mengakibatkan melayangnya ratusan nyawa anak-anak di Indonesia.
Komnas HAM menilai peristiwa ratusan nyawa melayang akibat gangguan ginjal akut adalah kejadian luar biasa.
“Harus ada yang bertanggung jawab atas peristiwa ini. Jadi kami mendukung dan mendorong pihak-pihak yang memenuhi unsur pertanggungjawaban pidana agar dituntut pertanggungjawabannya,” kata Munafrizal saat konferensi pers bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Kamis (27/10).
Komnas HAM juga menyarankan pemerintah untuk memberikan santunan terhadap para orang tua yang anaknya meninggal dunia akibat gangguan ginjal akut.
“Tidak kalah penting adalah bagaimana kebijakan pemerintah terhadap korban yang sudah meninggal dunia tersebut. Apakah ada kebijakan untuk memberikan santunan kepada mereka karena ini peristiwa yang tidak diinginkan,” ucap Munafrizal.
Selanjutnya, pemerintah diminta agar menyampaikan perkembangan informasi terkait gangguan ginjal akut secara transparan kepada publik. Pasalnya, publik berhak mendapatkan hak atas informasi terkait penyakit yang telah menyebabkan nyawa ratusan anak melayang.
“Kami berharap agar penyampaiannya disampaikan secara transparan sehingga kita bisa mengetahui secara pasti bagaimana perkembangan terhadap masalah ini,” ujar Munafrizal.
Menurut Komnas HAM, kejadian ini harus dijadikan pelajaran agar tidak kembali terulang di kemudian hari. Pemerintah harus bisa memperbaiki tata kelola sistem pengawasan terhadap obat dan makanan secara komprehensif.
“Pengawasannya harus seketat-ketatnya bila perlu super ketat. Kenapa? Karena ini menyangkut keselamatan dan kesehatan publik. Tidak boleh ada semacam keraguan dari BPOM untuk melakukan pengawasan yang ketat,” pungkas Munafrizal, dikutip VOAIndonesia.





