DUBAI – Perwakilan pembaca Al Quran asal Somalia dalam Penghargaan Aliyah Internasional Dubai dikeluarkan dari kompetisi karena netralitas Somalia atas krisis Teluk.
Sebuah kompetisi yang diadakan pada bulan Ramadhan untuk umat Islam yang telah menghafal Al Quran terpengaruh situasi politik.
Lembaga Emirat pada hari Senin mengusir seorang warga Somalia yang ikut dalam kompetisi tahunan, yang berlangsung di Dubai, setelah Somalia menolak untuk memutuskan hubungan dengan Qatar dalam perselisihan Teluk yang sedang berlangsung.
Penghargaan Aliyah Internasional Dubai diberikan setiap tahun dan disponsori oleh pemerintah Dubai.
Ismail Madar, yang difavoritkan untuk menang, diberi tahu bahwa dia tidak dapat terus bersaing sebagai perwakilan Somalia. Berbicara kepada media lokal, Madar mengatakan bahwa dia merasa bahwa keputusan tersebut merupakan hasil dari posisi Somalia dalam krisis Teluk, dengan ketegangan antara Qatar dan negara-negara tetangganya. Uni Emirat Arab telah memimpin dalam blokade ekonomi Qatar, di samping Arab Saudi, Bahrain dan Mesir, atas dugaan dukungannya terhadap kelompok militan. Qatar membantah klaim tersebut. Sebelum dikeluarkan dari kompetisi, Madar dianggap sebagai favorit untuk menang. Madar mengatakan bahwa dia sangat mengharapkan untuk bisa sampai ada di ajang kompetisi tersebut, “Sayangnya mereka menghukum saya”. sesalnya, seperti dilansir middle east eye. Dengan pengawal keamanan, Madar dibawa ke bandara dan dideportasi kembali ke Somalia. Insiden tersebut terjadi setelah UEA menarik duta besarnya ke Mogadishu untuk memprotes kenetralan Somalia dalam krisis Teluk. Somalia telah mendesak kedua belah pihak untuk berdialog guna menyelesaikan perselisihan tersebut.
Ismail Madar, yang difavoritkan untuk menang, diberi tahu bahwa dia tidak dapat terus bersaing sebagai perwakilan Somalia. Berbicara kepada media lokal, Madar mengatakan bahwa dia merasa bahwa keputusan tersebut merupakan hasil dari posisi Somalia dalam krisis Teluk, dengan ketegangan antara Qatar dan negara-negara tetangganya. Uni Emirat Arab telah memimpin dalam blokade ekonomi Qatar, di samping Arab Saudi, Bahrain dan Mesir, atas dugaan dukungannya terhadap kelompok militan. Qatar membantah klaim tersebut. Sebelum dikeluarkan dari kompetisi, Madar dianggap sebagai favorit untuk menang. Madar mengatakan bahwa dia sangat mengharapkan untuk bisa sampai ada di ajang kompetisi tersebut, “Sayangnya mereka menghukum saya”. sesalnya, seperti dilansir middle east eye. Dengan pengawal keamanan, Madar dibawa ke bandara dan dideportasi kembali ke Somalia. Insiden tersebut terjadi setelah UEA menarik duta besarnya ke Mogadishu untuk memprotes kenetralan Somalia dalam krisis Teluk. Somalia telah mendesak kedua belah pihak untuk berdialog guna menyelesaikan perselisihan tersebut.





