JAKARTA – Setiap tahunnya terjadi peningkatan jumlah korban dan perubahan pola kekerasan di Indonesia. Mirisnya, institusi Kepolisian merupakan pihak yang paling sering melakukan penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi.
Hal tersebut dinyatakan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan(KontraS). Seperti dikatakan Koordinator KontraS, Haris Azhar, KontraS mencatat selama setahun terakhir setidaknya terdapat 134 peristiwa penyiksaan dan tindakan tidak manusiawi lainnya.
Peristiwa paling banyak terjadi di wilayah Provinsi Sumatra Utara dengan 19 peristiwa, Jawa Barat 13 peristiwa, Jawa Tengah 11 peristiwa, Sulawesi Selatan, dan Papua masing-masing 8 peristiwa.
“Jika dibandingkan dengan tahun lalu, angka ini mengalami peningkatan signifikan,” ujar Haris dalam siaran pers Peringatan Hari Anti Penyiksaan Sedunia, dikutip dari CNNIndonesia.com, Minggu (26/6/2016).





