JAKARTA – Puluhan mahasiswa Universitas Paramadina mengantar donasi yang telah dikumpulkan selama tiga hari yang akan diberikan bagi korban gempa Donggala dan Palu melalui Dompet Dhuafa.
Tak ada kata terlambat, meski gempa sudah berlalu sebulan lamanya, mahasiswa yang tergabung dalam serikat mahasiswa Universitas Paramadina tersebut merasa terpanggil rasa kepedulianya, karena nyatanya masih banyak pengungsi yang kehilangan keluarga, dan harta benda.
Mereka masih membutuhkan uluran tangan untuk tetap melanjutkan hidup di pengungsian.
“Berawal dari musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Palu dan Donggala, mendorong kami untuk menggalang dana,” terang Nurul Hidayat, selaku koordinator kegiatan tersebut.
Donasi sejumlah Rp. 13 juta, digalang Nur Hidayat dkk dalam waktu tiga hari. Melalui crowdfunding ke lingkungan kampus, hingga turun ke jalan, solidaritas mereka tidak sia-sia, dengan berhasil mengumpulkan donasi jutaan rupiah untuk korban gempa Palu dan Donggala.
“Kita tahu agenda kemanusiaan seperti yang terjadi di Palu dan Donggala ini pasti akan memakan waktu yang lama. Kita juga tahu saudara-saudara kita di sana masih membutuhkan kita,” tambah Nurul Hidayat.





