Korban Longsor India Bertambah Jadi 26, Puluhan Orang Masih Terjebak

Petugas penyelamat membersihkan puing-puing saat mencari korban tanah longsor di Mumbai, India. (Foto: Niharika Kulkarni/REUTERS)

MUMBAI – Jumlah korban meninggal akibat tanah longsor di Maharashtra, negara bagian di barat India, bertambah menjadi 26 orang pada Sabtu (22/7/2023). Menurut keterangan dari pejabat badan penanganan bencana setempat, puluhan orang masih terperangkap di bawah lumpur dua hari setelah insiden tersebut terjadi.

Tanah longsor terjadi di Irshalwadi, desa di wilayah pegunungan yang terpencil sekitar 60 kilometer (km) dari Mumbai, tempat tinggal setidaknya 225 orang, Kamis (20/7/2023) malam.

Bencana tersebut menghancurkan beberapa rumah dan sekitar 80 orang berhasil menyelamatkan diri. Sementara itu, sekitar 80 orang lainnya masih hilang, menurut laporan surat kabar The Times of India, Sabtu (22/7/2023).

“Kami sedang mempersiapkan peralatan teknis dan teknik penyelamatan kami,” kata S.B. Singh, seorang pejabat dari Badan Tanggap Bencana Nasional (NDRF), kepada Reuters.

“Kami tidak dapat memperkirakan berapa banyak orang yang masih terjebak,” tambahnya.

Singh menuturkan bahwa empat korban kembali ditemukan kembali pada Sabtu. Gambar yang ditayangkan oleh stasiun berita menunjukkan tim penyelamat mendaki wilayah pegunungan menuju lokasi tanah longsor dengan mengenakan jas hujan dan membawa alat penggali.

“Operasi penyelamatan terkendala oleh hujan deras, jarak pandang yang buruk, dan kondisi berbukit di lokasi,” kata Singh.

Sekitar 16 hingga 17 rumah terdampak oleh bencana tersebut dan banyak keluarga telah dipindahkan.

Sebelumnya, Singh mengatakan kepada koran Indian Express bahwa kedalaman material longsor mencapai 10 hingga 29 kaki (sekitar 3 hingga 8,8 meter).

Sementata, Departemen Meteorologi India, menjelaskan bahwa bencana yang terkait dengan hujan telah menewaskan lebih dari 100 orang di India, sebagian besar di wilayah utara, sejak 1 Juni.

Curah hujan mencapai 400 milimeter (mm) di beberapa lokasi di desa tersebut dalam 24 jam terakhir pada Kamis, yang membuat desa dengan benteng-benteng tua dan jalur-jalur pendakian tergenang banjir, menurut departemen tersebut.

Peringatan telah dikeluarkan untuk daerah pesisir di negara bagian Maharashtra dan Gujarat yang dilanda hujan, menyebabkan sekolah-sekolah ditutup, jalan-jalan terendam, dan transportasi terganggu.

Sumber: Antara

Advertisement