Korban Longsor Nganjuk Belum Ada yang Ditemukan, BPBD Fokus pada Satu Titik

Ilustrasi/ mediasulsel

NGANJUK –  BPBD Kabupaten Nganjuk dalam upaya pencarian  selalu koordinasi dengan BMKG. Jika suasana tidak memungkinkan, misalnya, mendung, pencarian korban tertimbun akan dihentikan.

Deputi bidang Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulagan Bencana (BNPB) Tri Budiarto mengatakan proses pencarian korban tertimbun akan dilakukan dengan durasi hingga 14 hari.

Jika sebelum 14 hari seluruh korban sudah ditemukan, pencarian secara otomatis berhenti. Namun, jika hingga 14 hari belum ditemukan, akan dikoordinasikan lagi untuk perpanjangan tanggap darurat atau berhenti.

Dilansir Antara, ia juga mengatakan, pada hari kedua ini, proses pencarian korban sempat dihentikan sementara. Hal itu dilakukan dengan sejumlah pertimbangan, misalnya, terbentuknya danau akibat terbendungnya sungai karena longsor, serta ada indikasi terbentuknya rekahan tersebut.

Tim juga sempat berdialog mencari solusi terbaik pencarian korban dan diputuskan fokus pada satu titik tersebut, dengan jumlah personel yang cukup minim saat turun ke bawah. Hal itu sebagai upaya mengantisipasi medan yang sulit.

Musibah tanah longsor terjadi di Dusun Dolopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, tepatnya di areal Gunung Wilis dengan ketinggian sekitar 10 meter, Minggu (9/4/2017).

Dalam musibah tersebut, ada lima warga yang tertimbun. Mereka ialah Paidi (55), warga Dusun Njati, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos. Sementara, empat warga lainnya yang diduga ikut tertimbun yaitu Kodri (15), Doni (23), Dwi (17), dan Bayu (14), yang semuanya warga Dusun Sumber Bendo, desa setempat.

Longsor terjadi dengan luas sekitar 3 hektare lahan, sementara secara keseluruhan yang rawan ada sekitar 7 hektare. Lokasi itu mayoritas ditanami cengkih serta mangga.

Advertisement