Korban Tewas Melonjak Jadi 300 Lebih, Banyak Wilayah di Sumatera Masih Terisolir

JAKARTA, KBKNEWS.id – Jumlah korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terus meningkat tajam. Hingga Minggu (30/11/2025), total korban meninggal di tiga provinsi tersebut telah melampaui 300 jiwa, sementara ratusan lainnya masih belum ditemukan.

Angka ini berpotensi bertambah karena banyak wilayah terdampak masih sulit dijangkau dan tertutup material longsor.

Di Sumatra Utara, lonjakan korban paling besar tercatat setelah tim pencarian gabungan membuka beberapa akses yang sebelumnya tertutup. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa 166 orang meninggal dan lebih dari 140 orang masih hilang di provinsi tersebut. Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Kota Sibolga menjadi wilayah dengan dampak terparah.

Ribuan warga mengungsi karena rumah mereka rusak dan akses ke permukiman terputus. Jalur utama seperti Sibolga–Padang Sidempuan serta Sibolga–Tarutung lumpuh akibat longsor besar di banyak titik. Sejumlah jembatan vital, termasuk Jembatan Pandan dan beberapa jembatan penghubung ke Manduamas, juga terputus sehingga memperparah keterisolasian warga.

Di Mandailing Natal, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan, sejumlah desa masih belum bisa ditembus lewat jalur darat. Beberapa lokasi hanya dapat dijangkau dengan alat berat atau melalui udara. Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengerahkan lima helikopter yang ditempatkan di Bandara Silangit, ditambah heli TNI AD dan pesawat Cessna Caravan untuk pengiriman logistik dan mobilisasi personel.

Tahap awal distribusi bantuan ke Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Humbang Hasundutan sudah terpenuhi. Namun distribusi ke Mandailing Natal masih terhambat karena kondisi medan yang berat. Bantuan Presiden berupa tenda keluarga, LCR, genset, alat komunikasi, serta bahan pangan telah tiba dan mulai dibagikan ke titik-titik pengungsian.

Pengerahan alat berat dilakukan sepanjang hari untuk membuka jalur-jalur vital yang menghubungkan pusat kota dengan wilayah terdampak. “Untuk jalur Sibolga–Padang Sidempuan, pembukaan terus kita lakukan dan dilanjutkan sampai akses benar-benar pulih,” kata Suharyanto.

Di Aceh dan Sumatra Barat, upaya penyisiran korban serta pendataan kerusakan juga terus berlangsung. Pemerintah menegaskan bahwa operasi darurat akan dipertahankan hingga seluruh korban ditemukan, akses wilayah terbuka kembali, dan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here