Pada hari Senin, White Helmet mengatakan serangan udara juga menewaskan sembilan warga sipil di desa Ibbin.
Rezim Bashar al-Assad dan sekutunya terus mengintensifkan serangan udara dan darat terhadap pemukiman sipil di zona tersebut.
Pada bulan September 2018, Turki dan Rusia sepakat untuk mengubah Idlib menjadi zona de-eskalasi di mana tindakan agresi secara tegas dilarang.
Namun, sejak itu, lebih dari 1.800 warga sipil di sana terbunuh dalam serangan oleh rezim dan pasukan Rusia ketika gencatan senjata terus dilanggar.
Turki mengumumkan pada 10 Januari bahwa gencatan senjata baru di Idlib akan dimulai setelah tengah malam pada 12 Januari, tetapi rezim dan kelompok-kelompok teroris yang didukung Iran melanjutkan serangan mereka, demikian dilansir Anadolu.





