Korut (Baru) Mengaku Diserang  Covid-19

Pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un bersama tentara wanita. Korut baru mengaku negerinya terserang Covid-19, sebelumnya selalu dibantah.

JIKA berbagai negara di belahan bumi lainnya sudah sedikit lega karena pandemi Covid-19 makin mereda dan saat ini sedang beranjak menuju endemi, Korea Utara baru mengumumkan merebaknya kasus-kasus Covid-19.

Kantor Berita Korut Yonhap (12/5) lalu untuk pertama kalinya melaporkan adanya kasus-kasus penularan Covid-19 di negerinya sejak kasus pertama terdeteksi di kota Wuhan, medio Desember 2019 lalu mewabah secara global.

Sampai hari ini saja (16/5) , tercatat Covid-19 telah memapar sekitar 521, 1 juta warga dunia, 6,2 juta orang diantaranya meninggal dan 475,6 juta orang sembuh.

Amerika Serikat menempati urutan korban tertinggi yakni 84,2 juta kasus, 1,026 juta meninggal, disusul India 43,1 juta kasus dan 524,2 ribu meninggal, lalu Brazil 30,6 juta kasus, 664,9 ribu meninggal.

Korut sendiri, saat hampir seluruh negara di dunia diserang pandemi Covid-19 tidak pernah melaporkan adanya kasus-kasus penyakit akibat virus corona tersebut di negerinya walau pun banyak pihak mempertanyakannya, mengingat negeri itu berbatasan dengan China yang menjadi epicentrum penyebaran.

Kini kantor berita setempat KCNA sendiri melaporkan, puluhan orang meninggal akibat penyakit yang mereka sebut sebagai demam (bukan Covid-19), sementara sekitar 821,6 ribu orang lagi di berbagai wilayah negeri berpenduduk sekitar26 juta jiwa itu mengidap penyakit sama.

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un dilaporkan  telah membahas kasus ini dalam pertemuan para anggota politburo (petinggi partai komunis Korut) dan sudah menetapkan negerinya dalam situasi keadaan darurat dan akan mengerahkan militer untuk menanganinya.

Kim juga berjanji pada rakyatnya untuk mengatasi krisis dan meminta masyarakat agar menghindari rasa takut berlebihan, serta tetap teguh.

“Musuh yang lebih berbahaya bagi kita ketimbang virus Covid adalah rasa takut berlebihan,  kurangnya rasa percaya diri dan lemahnya tekad,” kata Kim Jong-un.

Kim Jong-un juga memerintahkan lockdown ketat di semua kota dan kabupaten di seluruh penjuru negeri guna membendung penyebaran virus corona serta meminta perbatasan negara dijaga dengan ketat, baik itu udara dan laut.

Jenis virus yang dideteksi adalah varian omicron BA.2. Ada sejumlah pasien yang terkena demam. KCNA tidak mendetail berapa jumlah kasusnya, tetapi pasien lebih dari satu.

Yang dicemaskan para pengamat internasional adalah buruknya sistem kesehatan di Korut yang serba tertutup dan juga rendahnya jumlah penduduk yang sudah divaksin, sementara program testing, tracing dan treatment (3T) juga belum terpola. (Yonhap/KCNA/ns)

 

 

 

Advertisement