
SPEKULASI bermunculan terkait kesehatan Presiden Kim Jong Un yang baru saja menjalani operasi jantung, karena tak seperti biasanya, ia absen pada acara peringatan HUT kakeknya, pendiri Korea Utara, Kim Il Sung (15/4).
Pemimpin tertinggi Korut itu kemungkinan berada di Vila Hyan San beberapa KM di luar ibukota, Pyongyang guna memulihkan kesehatannya pasca operasi jantung di sebuah rumah sakit di kawasan Gunung Myohyang, Prov. Pyongan Utara (13/4).
Wartawan BBC di Seoul, Laura Bicker mengutip sebuah sumber melaporkan, kondisi kesehatan Presiden Kim cukup serius pasca operasi bedah jantung, namun hal itu dibantah oleh pejabat Korea Selatan yang terus memantau kondisi pemimpin Korut itu.
Sebaliknya, Bicker berargumentasi, selama ini Presiden Kim selalu hadir pada acara penting untuk memperingati HUT bapak bangsa Korut, Kim Il Sung, dan tidak mungkin ia memilih absen jika tidak ada alasan kuat dibalik ketidak hadirannya.
Kim yang dilaporkan media setempat memimpin rapat sehari sebelumnya, juga tidak tampak pada ujicoba peluncuran rudal balistik di suatu lokasi sekitar sepekan lalu, padahal ia biasanya juga selalu tampil pada event-event itu.
Namun di negara Korut yang serba tertutup termasuk pemberitaan media, sulit untuk memverifikasi apa yang sebenarnya terjadi, apalagi menyangkut isu sensitif seperti tentang kondisi kesehatan presiden.
China, sekutu utama dan juga tetangga terdekat Korut melalui pernyataan pemerintahnya menampik isu yang menyebutkan kesehatan Kim serius, begitu pula kantor kepresidenan Korsel yang belum menemukan adanya indikasi, Kim sakit keras.
Klaim tentang sakitnya Presiden Kim sejak Agustus 2019 juga muncul di situs yang dikelola oleh para pembelot Korut yang menyebutkan, kondisinya memburuk setelah melakukan perjalanan berkali-kali ke lokasi favoritnya, Gunung Paektu.
Sumber yang dirahasiakan mengatakan kepada Daily NK bahwa ia mendapat informasi, Kim Jong-un mengalami masalah jantung sejak Agustus 2019 dan kondisinya memburuk sehingga absen tampil di publik.
Korut yang dikenal tertutup dari luar, saat ini juga sedang memberlakukan lockdown termasuk menutup perbatasan dengan China di tengah pandemi Covid-19 yang untuk pertama kalinya diakui sudah menjangkiti negara itu.
Otoritas kesehatan Korut, seperti dikutip Radio Free Asia (RFA) (14/4) melaporkan, kasus Covid-19 sudah terdeteksi di tiga provinsi sejak awal Maret lalu, padahal sebelumnya mereka selalu membantahnya.
Di tengah ketertutupan informasi, yang ramai selalu kabar burung atau berita spekulasi (AFP/Reuters/ns)




