WATES – Peternak sapi Kelompok Tani Air Bening, RT03 RW01, Kelurahan Wates, Jawa Tengah, kini tidak memikirkan lagi untuk membeli gas untuk memasak, karena kotoran sapi dari kandang-kandang mereka sudah diolah menjadi biogas dan digunakan untuk keperluan sehari-hari.
Awalnya, kelompok tani ini hanya mengelola sapi perah untuk diambil susunya. Sedangkan kotoran ternaknya hanya dimanfaatkan untuk kompos. Tapi, karena pengolahannya terlalu rumit dan lakunya tidak seberapa, akhirnya mereka mencari inovasi lain.
Setelah mengkaji tentang biogas sejak 2012, tercetus pengolahan kotoran sapi menjadi bahan bakar biogas yang bisa dimanfaatkan untuk menyalakan kompor.
Hingga sekarang, ada 16 rumah yang menikmati gas gratisan tersebut.
Ketua Kelompok Tani Air Bening, Marsudi bercerita, ide pembuatan biogas dari kotoran sapi diperoleh dari para kelompok tani, dan teknisi dari Boyolali yang telah menerapkannya. Instalasi yang diperlukan cukup mudah. Hanya perlu dua tabung penyimpanan yang dipendam di bawah kandang sapi.
Tabung pertama untuk menimbun kotoran sapi, dan tabung kedua sebagai penyaring agar bau kotoran hilang. Sementara untuk mengalirkan gas ke rumah warga, hanya perlu pipa paralon biasa.
Untuk membuat instalasi tersebut, lanjutnya, butuh biaya sekitar Rp 70 juta. Hingga saat ini, belum ada biaya tambahan untuk perawatan karena belum ada kerusakan.
Dikutip dari Radar Semarang, angka tersebut tergolong murah, karena sangat membantu memenuhi kebutuhan warga terkait bahan bakar untuk memasak.
Sebelumnya, warga setempat cukup kerepotan membeli minyak tanah, mencari kayu bakar, ataupun mendapatkan gas elpiji 3 kg.





