BANYUMAS—Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, semakin meluas. Namun, krisis ini belum sebanyak tahun 2015.
“Hingga saat ini, krisis air bersih sudah melanda delapan desa, yakni Keniten, Panusupan, Kalitapen, Karangtalun Kidul, Tamansari, Pasir Kidul, Sawangan, dan Suro,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas Prasetyo Budi Widodo di Purwokerto, Banyumas, seperti dilansir Antara, Jumat (11/8/2017).
Akan tetapi, kata dia, Pemerintah Desa Suro, Kecamatan Kalibagor, belum mengajukan permohonan bantuan air bersih ke BPBD Banyumas. Kendati demikian, dia mengatakan Palang Merah Indonesia Cabang Banyumas telah menyalurkan bantuan air bersih untuk warga Desa Suro pada hari Kamis (10/8).
Sementara tujuh desa lainnya, lanjut dia, telah mengajukan permohonan bantuan air bersih ke BPBD Banyumas. “Kami secara bergiliran mendistribusikan bantuan air bersih ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih seperti yang dilaksanakan hari ini di Grumbul Legok, Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok,” katanya.
Lebih lanjut, Prasetyo mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan produsen Semen Bima, yakni PT Sinar Tambang Arthalestari, Ajibarang, dalam hal penyediaan bantuan air bersih untuk masyarakat di wilayah barat Kabupaten Banyumas.
Dalam hal ini, kata dia, perusahaan semen tersebut akan membantu menyediakan pasokan air bersih yang diangkut menggunakan mobil pemadam kebakaran berkapasitas 16.000 liter dan selanjutnya didistribusikan dengan mobil tangki milik BPBD Banyumas ke masyarakat yang membutuhkan.
Menurut dia, hal itu dilakukan dalam rangka mempercepat penyaluran bantuan air bersih terutama di desa-desa yang lokasinya cukup jauh. Antara



