Krisis Makanan, PBB Tegaskan Warga Gaza Hadapi Bencana Kelaparan

Dompet Dhuafa melalui mitra di Gaza berhasil mendistribusikan ribuan makanan siap santap bagi warga Palestina yang berada di kamp pengungsian Jabalya dan Tofah. (Foto: Dompet Dhuafa)

GAZA – Badan Perserikatan Bangsa-bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menegaskan kembali bahwa Gaza sedang menghadapi bencana kelaparan dengan hampir separuh dari jumlah penduduknya menghadapi ancaman kelaparan.

Thomas White, Direktur UNRWA di Gaza, menyampaikan bahwa orang-orang di sana kesulitan mendapatkan makanan.

“(Sebanyak) 40 persen penduduk berada dalam risiko kelaparan,” katanya.

White menekankan perlunya pasokan makanan yang lebih besar dan mendesak untuk memiliki akses kemanusiaan yang aman di seluruh wilayah, termasuk di bagian utara Gaza.

Israel terus melancarkan serangan di Jalur Gaza, mengakibatkan lebih dari 21 ribu warga Palestina tewas dan banyak lainnya terluka. Sementara pihak Israel mengalami kehilangan sekitar 1.200 warganya.

Serangan intensif Israel telah merusak infrastruktur Gaza, dengan 60 persen infrastruktur di wilayah tersebut hancur, dan 2 juta penduduknya mengungsi, menghadapi kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.

Ketua UNRWA, Phillipe Lazzarini, menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan tanpa hambatan dan syarat, bersama dengan kelancaran aliran komersial, dapat mengatasi ancaman kelaparan di Gaza.

Sumber: Antara/Anadolu

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here