spot_img

Pemilu Diharapkan Naikkan Mutu Demokrasi

SEJUMLAH tokoh bangsa kembali mengingatkan pemilu agar berjalan  adil, jujur serta mengangkat nilai-nilai demokrasi sehingga rakyat rela berbondong-bondong ke TPS dengan aman, bebas dari bujuk rayu dan intimidasi.

Kampanye pamungkas atau hari terakhir digelar terpisah (10/2). Paslon capres/cawapres No Urut 1 Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di Jakarta International Stadion (JIS), paslon No. Urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Stadion Utama Gelora Bung Karno di Jakarta, serta paslon No. Urut 3 Ganjar Pranowo dan Mahfud MD di Solo dan Semarang berjalan meriah dan aman.

Ratusan ribu pendukung ketiga paslon berdatangan dari luar kota untuk mendengarkan orasi kampanye terakhir capres dan cawapres pilihan mereka degan antusias, sebagian dari luar kota menaiki berbagai moda transportasi.

Memasuki minggu tenang sejak 11 sampai 13 Feb. ditandai dengan pencopotan spanduk, selebaran da atribut-atribut partai dan calon yang memenuhi pinggir jalan di sejumlah kota besar walau belum  bersih sepenuhnya.

Acara Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Gedung Oikumene, Jakarta (10/2) dihadiri sejumlah tokoh bangsa seperti Nyonya Shinta Nuriyah (itseri alm Gus Dur), mantan Menag Lukman Hakim, Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia Golmar Gultom, Uskup Agung Jakarta Ignatius Suharyo, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Komaruddin Hidayat dan aktor Slamet Raharjo

Ketua GNB Nuriyah dalam orasinya a.l menyampaikan harapannya agar pemilu berjalan damai dan bermartabat, jujur adil dan damai. “Semoga tidak ada penekanan-penekanan dalam bentuk apa pun, semua memilih sesuai hati nurani masing-masing, ” serunya.

Oleh sebab itu, GNB menganggap, komitmen dan profesionalisme penyelenggara menjadi kunci penting agar  pemilu 2024 bermartabat.

GNB juga menilai, pemilu tidak ditentukan berdasarkan legasiltas semata, tetapi harus didasari atas kepercayaan  publik.

Sebelumnya GNB juga melakukan tukar-fikiran dengan sejumlah tooh bangsa seperti Wakil Presiden Ma’ruf Amin, mantan Presiden RI Susilo B Yudhoyono dan mantan Wapres Jusu Kalla.

Pemilu Serentak 2024 diwarnai soal legalitas hukum akibat  pro-kontra pelanggaran etik MK yang menetapkan gugatan batas usia minimum capres dan cawapres di bawah 40 tahun yang menuai tudingan karen dianggap untuk meloloskan pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai capres.

Netralitas Penyelenggara Negara

Netralitas peyelenggara negara dan ASN termasuk polisi, bahkan Presiden Jokowi juga terus disuarakan oleh sejumlah kalangan, termasuk para akademisi, budayawan serta civitas academica dan mahasiswa puluhan kampus di Indonesia.

Gerakan mahasiswa turun ke jalan yang mulai marak dicemaskan sejumlah pengamat bisa bergulir bagai bola salju yang meruntuhkan rezim Orde lama pada 1966 atau gerakan reformasi yang menumbangkan Orba pada 1988.

Tudingan praktek money politics   makin marak juga tercermin dari temuan KPK, terdapat transaksi mencurigakan senilai Rp51 triliun melibatkan 100 caleg besumber dari bandar judi, narkoba, perdagangan gelap dan illegal logging.

Di lapangan, persiapan penyelenggaraan pemungutan suara juga terus berlangsung dimana sistem pengawasan dengan aplikasi yang dirancang, agaknya masih belum bisa diandalkan karena berbagai kendala teknologi, potensi kekurangan surat suara da kemungkinan berbagai kecurangan.

Yuk kita kawal pemilu agar berjalan lancar, aman, adil dan transparan sehingga mampu mencetak pemimpin dan anggota legislatif yang amanah, jujur dan bersedia bekerja keras demi kemaslahatan rakyat, bangsa dan negara.

spot_img

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


spot_img

Latest Articles