DHAKA – Menteri Luar negeri Bangladesh, AH Mahmood Ali mengatakan jika Bangladesh mencari solusi damai dengan Myanmar dalam menyelesaikan masalah pengungsi yang terus berdatangan ke negaranya.
“Haruskah semua orang dibunuh? Haruskah semua desa dibakar? Tidak dapat diterima,” katanya, menambahkan Dhaka mencari solusi damai, bukan “perang” melawan Myanmar.
“Komunitas internasional mengatakan bahwa ini adalah genosida. Kami juga mengatakan bahwa ini adalah genosida,” tambahnya, dilansir Al Jazeera.
Ali menggambarkan tindakan menyusul serangan terhadap pasukan keamanan pada 25 Agustus sebagai balas dendam oleh pasukan Myanmar.
“Kami tidak menciptakan masalah, karena masalah dimulai di Myanmar, itu sebabnya mereka harus menyelesaikannya. Kami telah mengatakan bahwa kami akan membantu mereka,” katanya.
Komentar menteri tersebut disampaikan saat ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Bangladesh mengatakan bahwa tokoh-tokoh terkemuka di Myanmar dapat diadili karena “genosida” di sebuah pengadilan internasional.
“Cara genosida telah dilakukan di Myanmar, cara orang-orang terbunuh dalam serangan pembakaran, kita berpikir untuk mendesak persidangan melawan Myanmar, dan melawan tentara Myanmar, di sebuah pengadilan internasional,” kata Kazi Reazul Hoque pada Minggu saat mengunjungi sebuah kamp pengungsi di distrik Cox’s Bazar di Banglades, dekat perbatasan dengan Myanmar.
“Kami akan mengambil keputusan setelah menilai langkah-langkah apa yang harus diambil untuk itu, dan pada saat bersamaan kami mendesak masyarakat internasional untuk maju dengan bantuan mereka,” kata Hoque.





