Kritik Pembacaan Alquran di Aya Sofya, Yunani Dikecam

Bangunan Aya Sofya di Istanbul, Turki / Amir

ANKARA—Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki, Tanju Bilgic, mengecam kritik yang dilontarkan Yunani tentang pembacaan Alquran di bangunan bekas gereja Katedral, Aya Sofya (Hagia Sophia). Menurutnya, apa yang dilakukan Yunani merupakan tindakan yang “tidak dapat diterima”.

Berbicara kepada Anadolu, Rabu (8/6/2016), Bilgic menuduh balik Yunani yang kerap melarang pembangunan masjid di negaranya. Juga campur tangan pemerintah terhadap kebebasan beragama minoritas Turki di Yunani.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Yunani mengeluarkan pernyataan keras terkait bacaan dari Alquran selama Ramadhan di Aya Sofya. Yunani menganggap tindakan itu sebagai perbuatan yang mendekati fanatisme. “Obsesi yang mendekati fanatisme, ritual Muslim di monumen warisan budaya duniamenunjukkan kurangnya penghormatan dan hubungan dengan realitas. Selain itu, tindakan tersebut tidak kompatibel dengan masyarakat modern, demokratis dan sekuler,” demikian pernyataan Kemenlu Yunani.

Bilgic membalas menangkis kritik itu. Menurutnya, selama ini Turki menghormati agama-agama lain, juga nilai-nilai masyarakat kontemporer, yang demokratis dan sekuler.

Hagia Sophia merupakan gereja Kristen Katedral. Pada masa Kekaisaran Ottoman, bangunan tersebut dikonversi menjadi masjid ketika mereka menaklukkan kota Konstantinopel pada tahun 1453. Bangunan ini kemudian berubah menjadi museum pada tahun 1935 atas perintah Mustafa Kemal Ataturk, presiden pertama Republik Turki.

 

Advertisement