KARO – Puluhan anak pengungsi erupsi Gunung Api Sinabung menjadi korban kecelakaan di Jalan Kutarayat-Kabanjahe, di Desa Sigarang-Garang Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Senin (18/9/2017).
Kecelakaan tersebut menewaskan seorang anak pengungsi bernama Boris Yarsim Sidebang (15). Sementara puluhan lainnya yang terluka dievakuasi di RSU Kabanjahe.
Kepala BPBD Karo, Martin Sitepu mengatakan, insiden itu terjadi sekitar pukul 13.00 WIB saat anak-anak pengungsi dari Desa Kuta Rayat diangkut menuju sekolah mereka.
Saat melintas di Desa Sigarang-garang, truk yang mereka tumpangi berpapasan dengan kendaraan lain, sehingga oleng lalu terguling hingga menyebabkan para penumpangnya terluka.
“Mereka sedang menuju sekolah, karena mereka masuk siang. Dari 35 orang penumpang 1 orang meninggal dunia. Selain itu ada 32 lainnya yang luka-luka,” kata Martin.
Martin menjelaskan, dari 32 korban luka, 30 di antaranya sudah dievakuasi ke RSU Kabanjahe untuk menjalani perawatan. Sedangkan dua orang korban lain terpaksa dirujuk ke RS Efarina karena mengalami luka serius.
Kapolres Kabupaten Karo, AKBP Rio Nababan mengatakan, sebagaimana dilansir Sindonews, bahwa truk yang datang dari arah Desa Kutarakyat kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo menuju arah Kabanjahe diduga melaju dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di lokasi, dari arah Kabanjahe menuju arah Desa Kutarakyat datang mobil minibus yang mendahului mobil yang melaju di depannya dan masuk ke jalur jalan yang akan dilalui truk yang dikemudikan Bram.
“Akibatnya pengemudi truk berusaha mengelakkan mobil tersebut, dan tiba-tiba mobil yang dikemudikan Bram hilang kendali dan masuk ke bahu jalan sebelah kiri jika dilihat dari arah Kabanjahe,” ujar AKBP Rio.





