Kronologi Penembakan Karyawan Istaka Karya di Papua

Ilustrasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya menyerang dan menewaskan 14 pekerja PT Istaka Karya yang sedang mengerjakan proyek jembatan Kali Yaurak dan Kali Yigi, Kab. Nduga, Papua (2/12)

PAPUA – Salah satu karyawan PT Istaka Karya yang selamat danĀ  telah dievakuasi, yakni JA, mengatakan jumlah korban yang dipastikan meninggal dunia dibunuh oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) ada 19 orang.

Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi menuturkan, JA membeberkan kronologis kejadian yang dimulai pada Sabtu (1/12/2018) lalu, dimana hari itu diklaim sebagai hari kemerdekaan organisasi Papua merdeka (OPM).

Saat itu, seluruh karyawan PT Istaka Karya memutuskan untuk tidak bekerja karena ada upacara peringatan dan dimeriahkan dengan upacara bakar batu bersama masyarakat.

Sekitar pukul 15.00 WIT, kelompok KKSB mendatangai kamp PT Istaka Karya. Mereka memaksa seluruh karyawan sejumlah 25 orang untuk keluar dan digiring menuju kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat. Kurang lebih, ada 50 orang KKSB bersenjata campuran standar militer yang menggiring karyawan PT Istaka Karya.

Kemudian pada Ahad (2/12/2018) pukul 07.00 WIT, seluruh pekerja itu dibawa berjalan kaki dalam keadaan tangan terikat menuju bukit puncak Kabo. Di tengah jalan mereka dipaksa berbaris dengan formasi lima deret dalam keadaan jalan jongkok.

Tidak lama kemudian, KKSB mereka secara sadis menembaki para pekerja. Sebagian pekerja tertembak mati di tempat, sebagian lagi pura-pura mati terkapar di tanah. Setelah itu KKSB meninggalkan para korban melanjutkan perjalanan menuju bukit Puncak Kabo.

11 orang karyawan yang pura-pura mati berusaha bangkit kembali dan melarikan diri. Namun, mereka terlihat oleh KKSB. Sehingga mereka dikejar dan akhirnya lima orang tertangkap dan dibunuh dengan menggunakan senjata tajam oleh KKSB.

“Enam orang berhasil melarikan diri ke arah Mbua, dua orang diantaranya belum ditemukan sedangkan empat orang selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua,” kata Aidi, sebagaimana dilansir Republika.co.id.

Advertisement