KUALA LUMPUR – Para pemimpin dari beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia akan bertemu di ibukota Malaysia pada Kamis (19/12/2019) untuk membahas masalah-masalah seperti Islamofobia dan kemiskinan.
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad akan memimpin pertemuan dengan sesama kepala negara, Presiden Hassan Rouhani dari Iran dan Presiden Recep Tayyip Erdogan dari Turki. Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani yang juga diharapkan hadir.
Menurut penyelenggara, setidaknya 250 perwakilan asing dari 52 negara dan 150 delegasi Malaysia juga akan bergabung dengan KTT KL. Mereka termasuk pejabat pemerintah, cendekiawan dan pemimpin dari berbagai sektor non-pemerintah.
Tetapi ada juga yang absen, termasuk para pemimpin Indonesia, Arab Saudi dan Pakistan.
OKI mendeklarasikan Yerusalem Timur sebagai ibukota Palestina.
Samsudin Osman, sekretaris jenderal KTT, mengatakan bahwa acara tersebut, sebuah inisiatif dari Mahathir, berupaya untuk menghasilkan “hasil” dalam mengatasi “keadaan kaum muslimin” di seluruh dunia.
“Kami membutuhkan sesuatu yang konkret, yang dapat diterapkan oleh pemerintah yang berkomitmen terhadap gagasan itu,” katanya, seraya menambahkan bahwa acara tersebut juga berupaya untuk memperbaiki “banyak kesalahpahaman” tentang Islam sebagai agama.
Dia juga membantah jika acara itu dimaksudkan untuk menciptakan blok baru yang dapat bersaing dengan OKI, sebuah kelompok antar pemerintah dari 57 negara yang didirikan pada tahun 1969.





