Kualitas Udara di Riau Memburuk

ISPU di Riau menunjukan kondisi udara sudah dalam level berbahaya/ riaugreen.com

RIAU – Hingga Minggu (28/8/2016) sore terpantau ada 44 titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan membuat kondisi udara di Riau memburuk.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menuturkan sebanyak 32 titik panas terdeteksi dengan tingkat kepercayaan sedang (30-70 persen) dan 12 titik panas pada tingkat kepercayaan tinggi (lebih dari 70 persen).

“Daerah yang paling banyak terjadi hotspot adalah di Kabupaten Rokan Hilir yaitu 32 titik,” katanya, seperti dilansir Republika, Senin (29/8/2016).

Sutopo mengungkapkan berdasarkan laporan dari Badan Lingkungan Hidup Provinsi Riau dan KLHK, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada 28 Agustus 2016 pukul 17.00 WIB di Bagan Siapi-api (Rokan Hilir) pada tingkat berbahaya, di Duri Camp (Bengkalis) pada tingkat sangat tidak sehat dan di Dumai, Libo (Rokan Hilir), Duri Field (Bengkalis) pada tingkat tidak sehat. Sedangkan di Pekanbaru, Kampar, Pelalawan, dan Siak masih pada level sedang.

Lebih lanjut ia mengatakan ISPU dengan tingkat Berbahaya dapat merugikan kesehatan yang serius, sedangkan pada tingkat Sangat Tidak Sehat dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.

Bahkan menurutnya ISPU level Tidak Sehat pun, dapat merugikan pada manusia atau kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Advertisement