Kurang Bahan Bakar, Rumah Sakit di Gaza Akan Ditutup dan Ratusan Ribu Orang Terdamak

Ilustrasi Rumah sakit di Gaza minim fasilitas dan membuat warga harus pergi keluar untuk pengobatan, namun Israel kerap tidak memberi izin

GAZA – Rumah Sakit Abu Yusuf Al-Najjar di Jalur Gaza selatan akan ditutup dalam waktu sembilan hari karena kurangnya bahan bakar yang diperlukan untuk generator listriknya.

Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan mengatakan bahwa jika layanan kesehatan dihentikan di rumah sakit yang berbasis Rafah, 250.000 orang bisa terkena dampaknya.

Middle East Monitor melansir, Kamis (13/9/2018), Kementerian mengatakan sekitar 400 pasien secara teratur mengunjungi rumah sakit untuk menerima perawatan medis penting, termasuk dialisis.

Dalam beberapa pekan terakhir, kementerian telah berulang kali memperingatkan akan runtuhnya sektor kesehatan lokal Gaza karena kekurangan bahan bakar kronis yang dibutuhkan untuk menjaga generator darurat rumah sakit tetap beroperasi.

Wilayah bagi sekitar dua juta orang, jalur Gaza memiliki total 13 rumah sakit yang dikelola pemerintah dan 54 pusat kesehatan primer, yang bersama-sama mencakup sekitar 95 persen dari semua layanan kesehatan di daerah kantong pantai.

Gaza menderita kekurangan listrik akut akibat pengepungan Israel yang dilakukan selama 11 tahun. Baik Mesir dan Otoritas Palestina telah mendukung penyumbatan dengan memberlakukan pembatasan lebih lanjut di Jalur Gaza.

Advertisement