Sudah tiga tahun sejak kurban THK Dompet Dhuafa terdistribusi di desa Buru Tahan, Kecamatan Moyo Utara, Sumbawa, keluarga Uba bisa makan daging kurban. Biasanya ia hanya makan nasi, ubi, jagung atau sayuran yang ia tanam. Berkah dari pekurban yang telah menitipkan amanahnya melalui Dompet Dhuafa, benar-benar menjadi nikmat luar biasa untuk sesama, terutama keluarga Uba.
Uba sendiri sudah 32 tahun tinggal di rumah terpal. Menurut orang Pak Uba merupakan orang yang paling papa di seantero desa. Tapi ia tidak merasa demikian. Ia selalu bersyukur dengan keadaan apa adanya. Meskipun kondisi berbeda, jangankan untuk makan enak, makan seadanya sudah menjadi luar biasa baginya dan keluarga.
Itu sekelumit kisah Uba dan keluarga, salah satu penerima manfaat dari kurban yang disalurkan THK Dompet Dhuafa tahun lalu. Tahun 2017 (1438 H), Dompet Dhuafa menerima amanah menyalurkan 12.500 ekor setara kambing. Dan tahun ini Dompet Dhuafa menargetkan 25.000 ekor. Dengan sebaran penyembelihan di 33 provinsi di Indonesia dan sejumlah negara yang sedang dilanda konflik dan bencana.
Urip Budiarto, General Manager Resource and Mobilization Dompet Dhuafa, yakin target tersebut akan tercapai. “Dompet Dhuafa sudah banyak melakukan persiapan untuk melaksanakan program Tebar Hewan Kurban (THK) menyambut Idul Adha tahun 2018,” tekadnya ke Swara Cinta.
Rekannya, Sekretaris THK Dompet Dhuafa, Dian Mulyadi membenarkan target tersebut. Ia berujar, pelaksanaan program THK tahun ini, insya Allah jauh lebih baik dari tahun sebelumnya.
Tahun ini Dompet Dhuafa di samping menyalurkan kurban ke pelosok nusantara, tetap membantu negara-negara atau daerah-daerah yang sedang mengalami krisis kemanusiaan seperti Palestina, Somalia, Rohingya dan Mindanao.
“Jadi negara-negara yang sedang krisis kemanusiaan akan menjadi perhatian program Tebar Hewan Kurban Dompet Dhuafa,” kata Dian, Juli 2018 lalu.
Jumlah penerima manfaat THK tahun lalu mencapai 900.000 jiwa di dalam negeri dan luar negeri. Insyaallah tahun ini ditargetkan penerima manfaatnya mencapai dua kali lipat dari tahun lalu.
Dian juga menerangkan, data jumlah hewan kurban dan penerima manfaat didapat berdasarkan laporan mitra Dompet Dhuafa di lapangan. Mitra Dompet Dhuafa sudah sangat teliti menghitungnya.
Dalam pelaksanaan program THK, dikatakan Dian, Dompet Dhuafa bekerjasama dengan peternak-peternak binaan Dompet Dhuafa yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Peternak-peternak tersebut akan menjadi mitra utama Dompet Dhuafa untuk pengadaan hewan kurban.
“Secara sistem sekarang Dompet Dhuafa jauh lebih baik, pendistribusian daging kurban sampai ke kampung-kampung atau ke dusun-dusun, ke pelosok-pelesok,” jelasnya.
Sedangkan pelaksanaan program THK di dalam negeri dan luar negeri itu selalu dihadiri perwakilan Dompet Dhuafa untuk menyaksikan langsung pelaksanaannya. Sehingga bisa dilaporkan secara real time karena kebutuhan transparasi data sangat tinggi. Para donatur Dompet Dhuafa juga sangat konsen dengan transparansi data.
Kemudahan Berkurban
Sebagaimana tahun lalu, pekurban Dompet Dhuafa diberikan berbagai kemudahan untuk dapat menyampaikan niatnya menggapai keberkahan di Idul Adha 1439 H ini.
Seperti disampaikan Urip, pekurban dapat menggunakan layanan elektronik banking dari beragam bank yang ada via menu transfer di ATM, Mobile Banking atau Internet Banking.
Selain itu, katanya bisa juga melalui layanan langsung di Kantor Dompet Dhuafa dan konter kurban di beragam pusat keramaian (mall dan perkantoran).
Dompet Dhuafa juga bekerjasama dengan beberapa pusat perbelanjaan besar seperti Carrefour, Lottemart dan Hypermart.
Dan untuk mengikuti perkembangan trend belanja online, Dompet Dhuafa menggandeng e-commerce besar seperti tokopedia, bukalapak, blanja, elevania, dan lainnya. Donasi online via web Kurban. DompetDhuafa.org dan platform online BawaBerkah.org khusus kurban ke Palestina, Suriah dan Pengungsi Rohingya juga digalakkan.





