Serangan Udara di Ghouta Hancurkan Kotak-kotak Bantuan

Kotak bantuan ddi Ghouta hancur oleh serangan bom/ MEMO

SURIAH –  Serangan udara dan darat di pinggiran Damaskus telah membagi wilayah-wilayah yang dikuasai oposisi menjadi tiga kantong yang menyusut masing-masing yang dipegang oleh kelompok-kelompok oposisi yang berbeda.

Rejim Suriah juga menggunakan senjata kimia terhadap warga sipil pada banyak kesempatan, termasuk penggunaan klorin dan napalm dalam serangan ke kota Hamouriyah pekan lalu.

Seorang wartawan di Eastern Ghouta mengatakan kepada Midddle East Monitor bahwa serangan udara rezim menghantam konvoi bantuan PBB di kota Douma hari ini. Foto-foto dari tempat kejadian menunjukkan kotak-kotak bantuan hancur, dengan isinya bocor keluar, di tengah puing-puing bangunan di sekitarnya.

Sementara jumlah korban tewas sipil di pinggiran kota Damaskus naik menjadi 1.411, dengan ribuan lainnya terluka, sejak sebuah kampanye pengeboman intensif dimulai sebulan yang lalu.

Bulan lalu dewan Keamanan PBB dengan suara bulat mendukung gencatan senjata 30-hari di seluruh Suriah, karena tim penyelamat di Ghouta mengatakan satu pekan pemboman tanpa henti tidak cukup lama bagi mereka untuk menghitung mayat dalam salah satu serangan udara paling berdarah dari tujuh perang tahun. Namun, pemboman besar terus terjadi.

Ghouta Timur juga merupakan satu dari empat zona de-eskalasi yang didirikan Mei lalu oleh Rusia, Iran dan Turki untuk membendung pertumpahan darah perang sipil enam tahun Suriah. Namun, wilayah ini telah mengalami pemboman terus menerus selama berbulan-bulan, dengan penyediaan bantuan terbatas, membuat penduduk sipil berjuang untuk bertahan hidup.


Advertisement