Lagi, Anak Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel

ilustrasi Ahmad Sharaka, 14 tahun, penduduk kamp pengungsi Jalazone, kehilangan nyawanya setelah peluru baja berlapis karet bersarang di belakang telinga kirinya. Foto: Electronic Intifada

YERUSSALEM (KBK) – Militer Israel seharusnya menginstruksikan tentaranya agar tidak menembakkan peluru karet berlapis logam kepada tubuh wanita dan anak-anak.

Tapi sejak Oktober 2015, delapan anak telah ditembak di kepala atau leher ketika mereka melakukan protes.

Dua remaja Palestina telah kehilangan penglihatan mereka. Sementara itu, Ahmad Sharaka, 14 tahun, penduduk kamp pengungsi Jalazone, kehilangan nyawanya setelah peluru baja berlapis karet bersarang di belakang telinga kirinya.

Tembakan itu menyebabkan pendarahan di otak besar yang kemudian memulangkan Sharaka kepada Sang Khalik dalam waktu satu jam saja.

Peluru karet berlapis seharusnya tidak mematikan, peluru ini digunakan pasukan Israel dan polisi untuk merespon meningkatnya frekuensi demonstran Palestina.

Peluru berujung busa atau spons, yang dilapisi aluminium itu telah menyebabkan satu kematian dan puluhan luka-luka dari warga Palestina di Yerusalem Timur.

Seperti dikutip KBK dari Electronic Intifada, Rabu (23/3/2016), senjata pengendalian massa ini diperkenalkan kepolisian Israel setelah peluru karet berlapis baja dilarang digunakan Israel, mengikuti rekomendasi Komisi OR.

Advertisement