Lagi, Israel Tangkap Tokoh Muslim Palestina

Ilustrasi tentara Israel/ AFP

JERUSALEM–Polisi Israel mengumumkan telah menangkap seorang tokoh senior gerakan Islam di Palestina. Ia dianggap sebagai penghasut yang menimbulkan kebencian kepada Israel.

Tokoh itu bernama Sheik Raed Salah, salah satu ketua Islamic Movement Palestina, organisasi yang dilarang Israel sejak November 2015. Otoritas Israel menuduh bahwa gerakan tersebut telah “menghasut” ketegangan di kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur.

Juru Bicara Polisi, Luba Samri, mengatakan, Salah ditangkap untuk diinterogasi di markas besar Lahav 433, FBI Israel. Polisi akan memutuskan statusnya nanti, apakah akan dilanjutkan ke pengadilan atau tidak.

Menurut juru bicara tersebut, Salah dituduh memimpin sebuah kampanye, yang menyatakan bahwa “Al-Aqsa dalam bahaya” dan Israel ingin mengubah status quo di tempat suci. Tuduhan ini dibantah Israel.

Istri Salah, Um Omar, mengatakan kepada situs berita berbahasa Ibrani, Ynet bahwa, sekitar 20 petugas polisi menyerbu rumah mereka. Selain menciduk Salah, mereka juga membawa komputer di rumah.

Pada tahun 2013, Salah pernah dijatuhi hukuman sembilan bulan penjara karena “menghasut kekerasan” dan “rasisme” dalam sebuah demonstrasi menentang pembangunan Israel di dekat kompleks Al-Aqsa pada tahun 2007. Dalam demonstrasi tersebut, dia meminta “semua Muslim dan Arab untuk memulai Pemberontakan untuk mendukung Yerusalem yang suci dan Masjid Al-Aqsa.”

Advertisement