Lampung Selatan Perpanjang Masa Tanggap Darurat

Tsunami yang menerjang Banten dan Lampung Selatan 22 Des. lalu menewaskan 429 orang dan ratusan bangunan rusak. jumlah korban diperkirakan masih banyak karena kemungkinan terkurung di reruntuhan bangunan atau terbawa arus ke laut.

LAMPUNG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan Lampung Selatan memperpanjang masa tanggap darurat pascatsunami 22 Desember 2018.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan di Lampung Selatan, tsunami menyebabkan 120 orang meninggal dunia, 8.304 orang luka, dan 6.999 orang mengungsi.

Terjangan tsunami juga menyebabkan 543 rumah rusak berat, 70 rumah rusak sedang dan 97 rumah rusak ringan di kabupaten tersebut.

Sesuai kesepakatan dan rapat koordinasi, tidak akan ada pembangunan huntara di Lampung Selatan. Pemerintah akan membantu pembangunan hunian tetap untuk relokasi warga terdampak bencana yang semula tinggal di area dekat pantai.

“Sudah tersedia lahan seluas dua hektare untuk pembangunan huntap. Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian PU Pera akan melakukan land clearing, Dinas PU Kabupaten Lampung Selatan akan menyiapkan siteplan, desain dan rencana anggaran,” kata Sutopo, Sabtu (5/1/2018) malam, dikutip Antara.

Bupati Lampung Selatan akan mengajukan dana siap pakai BNPB untuk pembangunan hunian tetap dan fasilitasnya dalam relokasi.

Advertisement