Langkah Kemenhub Antisipasi Lonjakan Penumpang dan Kendaraan pada Libur Idul Adha

Foto udara sejumlah kendaraan antre melintasi Gerbang Tol Cikampek Utama, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022). (Foto: ANTARA/M Risyal Hidayat)

JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama pihak terkait telah melakukan sejumlah persiapan menghadapi peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan selama libur Idul Adha dari 28 Juni hingga 2 Juli 2023.

Pada Selasa, (27/6/2023), Menhub Budi Karya Sumadi memimpin rapat koordinasi daring dengan Korlantas Polri dan beberapa operator jalan dan sarana transportasi seperti Jasa Marga, Jasa Raharja, Angkasa Pura I dan II, ASDP, KAI, Garuda Indonesia, Lion Air Group, Pelni, dan lainnya.

“Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan untuk merencanakan perjalanan mereka dengan baik, mengingat diperkirakan akan terjadi peningkatan jumlah penumpang pada angkutan umum maupun kendaraan melalui jalan tol maupun non-tol,” kata Budi.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah memberikan instruksi kepada stafnya untuk berkoordinasi intensif dengan operator-operator tersebut baik di jalan maupun di terminal, bandara, stasiun, dan pelabuhan.

“Kami berusaha memastikan bahwa perjalanan masyarakat selama libur Idul Adha yang cukup panjang ini berjalan dengan aman, lancar, tertib, dan terkendali,” ujarnya.

Kemenhub mencatat bahwa peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan dapat dilihat dari laporan yang disampaikan oleh operator-operator jalan dan transportasi.

Jasa Marga memprediksi puncak arus kendaraan meninggalkan Jabotabek melalui jalan tol akan terjadi pada hari Rabu, dengan jumlah sekitar 90.000 kendaraan atau meningkat 65,6 persen dibandingkan hari-hari biasa (54.000 kendaraan).

Sementara itu, puncak arus kendaraan memasuki Jabotabek diperkirakan terjadi pada hari Minggu, dengan jumlah sekitar 102.000 kendaraan atau meningkat 19,8 persen dibandingkan hari-hari biasa (82.000 kendaraan).

Untuk mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat dan Korlantas Polri telah menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembatasan operasional angkutan barang mulai tanggal 27 Juni hingga 2 Juli di beberapa ruas jalan tol dan non-tol yang ditentukan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan pihak terkait telah melakukan persiapan untuk menghadapi peningkatan mobilitas penumpang dan kendaraan selama libur Idul Adha dari tanggal 28 Juni hingga 2 Juli 2023.

Beberapa persyaratan telah ditetapkan untuk pengaturan kendaraan, seperti kendaraan barang dengan berat lebih dari 14.000 kilogram, kendaraan barang dengan tiga sumbu atau lebih, kendaraan barang dengan kereta tempelan dan gandengan, serta kendaraan barang yang digunakan untuk mengangkut material seperti tanah, pasir, batu, hasil tambang, dan bahan bangunan.

Namun, pengaturan ini tidak berlaku untuk angkutan barang seperti bahan bakar minyak atau gas, pengangkutan uang, hewan ternak, pupuk, pakan ternak, dan barang kebutuhan pokok.

“Kami berharap melalui upaya-upaya antisipasi yang telah dilakukan, perbandingan antara kapasitas jalan dan simpul transportasi dengan volume penumpang dan kendaraan atau rasio volume terhadap kapasitas (V/C ratio) tetap berada di bawah angka 1, yang berarti lalu lintas masih lancar,” ujar Budi.

Sementara itu, sektor penerbangan juga diprediksi mengalami peningkatan jumlah penumpang selama libur Idul Adha. Pada 2023, jumlah penumpang domestik diperkirakan mencapai 1,25 juta penumpang, meningkat 24,47 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022, yaitu sebanyak 1,01 juta penumpang.

“Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang udara, Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah mengimbau maskapai untuk menambah penerbangan tambahan dan meningkatkan pelayanan dengan tarif terjangkau selama periode liburan sekolah dan Idul Adha tahun 2023,” katanya.

Di sektor penyeberangan, PT ASDP juga telah mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang di rute penyeberangan seperti Merak-Bakauheni. Langkah-langkah antisipatif yang dilakukan antara lain optimalisasi jumlah kapal dan dermaga yang beroperasi.

Di sektor kereta api, PT KAI juga telah mengambil langkah-langkah antisipatif dengan menyediakan perjalanan kereta tambahan. Lonjakan jumlah penumpang kereta api terlihat dari penjualan tiket yang telah mencapai lebih dari 70 persen dari total kuota yang tersedia.

“Kami bersama dengan para pemangku kepentingan akan terus berkoordinasi dan memantau dengan cermat pergerakan penumpang dan kendaraan agar dapat menangani situasi dengan cepat dan tepat. Kami berharap lonjakan penumpang selama libur Idul Adha ini dapat ditangani dengan baik, sebagaimana penanganan arus mudik dan balik pada Idul Fitri beberapa waktu lalu,” tutur Budi.

Advertisement