JAKARTA – Hingga Minggu (29/7/2018) malam, gempa susulan masih terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah wilayah tersebut diguncang gempa 6,4 SR yang menewaskan 16 orang.
Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengatakan hingga pukul 21.20 WIB tercatat gempa susulan 203 kali terjadi di sekitar episentrum gempa Lombok Timur dengan magintudo terbesar 5,7 SR dan terkecil 2,1 SR.
Dwikorita melalui telekoferensi dari Lombok, NTB, yang diterima di Jakarta, mengatakan peluruhan gempa susulan bisa terjadi hingga beberapa hari bahkan minggu ke depan, dan BMKG akan terus mencatat kondisi ini.
Sebelumnya Kepala Pusat Vulkanologi Dan Mitigasi Bencana Geologi Dan MItigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (PVMBG) Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kasbani mengatakan PVMBG segera mengirimkan Tim Tanggap Darurat untuk melakukan penyelidikan.
Tim Tanggap Darurat (TTD) PVMBG Badan Geologi pada Senin (30/7/2018), akan menuju dua lokasi bencana, yakni Lombok Timur dan Lombok Utara. Tim TTD terdiri dari empat orang ahli gempa bumi dari Badan Geologi akan melakukan pemetaan dampak kejadian gempa bumi, mengidentifikasi karakteristik tanah setempat melalui pengukuran microtremor dan memberikan rekomendasi teknis berkaitan dengan kerusakan geologi.





