Lebih dari 300 Ribu Anak Mencari Suaka Sendirian

Pemimpin Eropa khawatir akan nasip anak-anak yang jadi pengungsi, terutama mereka yang tidak punya orang tua. Foto: Irandaily

JENEWA–Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat, lebih dari 300 ribu anak bermigrasi sendirian selama dua tahun terakhir. Angka ini meningkat drastis dibanding priode sebelumnya. Situasi ini sangat rentan karena mereka bisa dieksploitasi, terjebak sindikan perbudakan dan porstitusi.

UNICEF melaporkan, 170 ribu anak diketahui mencari suaka di Eropa pada tahun 2015-2016. Mereka harus melalui perjalanan berbahaya dengan melintasi Laut Mediterania di mana ratusan anak diperkirakan tenggelam tahun lalu.

Dari jumlah itu, hampir 92% nya tiba dengan kapal lalut melalui Italia. Mereka tidak didampingi orang tua mereka, atau bisa jadi juga terpisah. “Mereka berasal dari negara-negara Afrika seperti Eritrea, Gambia, Nigeria, Mesir dan Guinea,” demikian laporan UNICEF yang dikutip Times, Kamis (18/5/2017).

“Penyelundup dan pelaku perdagangan orang mengeksploitasi kerentanan mereka untuk keuntungan pribadi, membantu anak-anak melintasi perbatasan, hanya untuk menjual mereka ke dalam perbudakan dan pelacuran paksa,” ujar Wakil Direktur Eksekutif UNICEF Justin Forsyth . “Sangat tidak masuk akal bahwa kita tidak cukup membela anak-anak dari pemangsa ini,” tegasnya.

Mereka yang selamat menceritakan kisah pelecehan yang menyiksa di sepanjang jalan. Seorang gadis berusia 17 tahun dari Nigeria yang mengatakan kepada petugas, dia diperkosa di Libya oleh seorang pria yang telah berjanji akan membawanya ke Eropa.
UNICEF mengatakan bahwa gadis itu menghabiskan waktu berbulan-bulan di Libya. Ia kehilangan kontak dengan keluarganya di rumah sampai akhirnya dia dikirim ke Italia dengan kapal.

Advertisement