NORWEGIA – Sebuah laporan baru yang dirilis Senin (22/5/2017) mengatakan lebih dari 31 juta orang mengungsi dan terusir dari negara mereka sendiri pada tahun 2016.
Lebih dari 75 persen akibat bencana alam dan peristiwa terkait cuaca, dan sisanya dari kekerasan dan konflik dimana Kongo dan Suriah berada di posisi teratas.
Asia Timur dan Pasifik menyumbang dua pertiga dari pemindahan yang terkait dengan kejadian cuaca ekstrem termasuk badai, banjir, kebakaran hutan dan kondisi musim dingin yang parah di tahun 2016, hampir dua kali lipat jumlahnya untuk tahun 2015.
Dewan Pengungsi Norwegia, mengatakan bahwa dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi kira-kira dua kali lebih banyak pengungsi internal sebagai pengungsi yang melarikan diri ke negara lain, dan kesenjangan antara jumlah tersebut telah meningkat sejak 1997.
Namun, laporan tersebut mengatakan, “2016 adalah tahun yang sangat kontras antara perhatian yang diberikan kepada pengungsi dan migran dan kurangnya perhatian politis bagi jutaan orang yang mengungsi di negara mereka melalui konflik, kekerasan dan bencana.” seperti dilansir Associated Press.
Pusat tersebut memperingatkan bahwa pengungsian akan terus memiliki dampak besar seperti kemiskinan, perubahan lingkungan dan kerapuhan negara.
“Pada 2016, satu orang setiap detik terpaksa melarikan diri dari rumah mereka di negara mereka sendiri,” kata Jan Egeland, kepala Dewan Pengungsi Norwegia.
Menurut laporan tersebut, 31,1 juta kasus baru pemindahan internal oleh konflik, kekerasan dan bencana tercatat pada tahun 2016, meningkat 3,3 juta dari tahun 2015.
Mayoritas 24,2 juta pengungsian yang disebabkan oleh bencana pada tahun 2016 terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah akibat peristiwa yang berhubungan dengan cuaca ekstrem.
Negara-negara dengan perpindahan terburuk adalah China dengan 7,4 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka dan Filipina dengan 5,9 juta, India dengan 2,4 juta, Indonesia dengan 1,2 juta dan Amerika Serikat dengan 1,1 juta.
Sementara dari 6,9 juta perpindahan baru yang disebabkan oleh konflik pada tahun 2016, diduduki sub-Sahara Afrika dan melampaui Timur Tengah sebagai wilayah dengan tingkat tertinggi.
Kongo memiliki jumlah pemindahan baru tertinggi tahun lalu yakni 922.000 jiwa dan menyusul Suriah, dengan 824.000 jiwa, diikuti oleh Irak dengan 659.000 orang, Afghanistan dengan 653.000 dan Nigeria dengan 501.000 orang.




