Lebih dari Seperempat Balita di Ghana Alami Kekurangan Gizi Kronis

Anak-anak balita di Ghana derita kurang gizi kronis/ Al Jazeera
GHANA –  Kekurangan gizi pada anak adalah sebuah tragedi diam yang membahayakan masa depan lebih dari satu juta anak di seluruh Ghana.

Banyak anak-anak Ghana di bawah usia lima tahun menderita efek gizi buruk yang tidak dapat dipulihkan dalam 1.000 hari pertama di kehidupan mereka. Padahal kecukupan gisi dapat menunjang kesehatan mereka ketika menjadi orang dewasa, kemampuan mereka untuk belajar di sekolah dan melakukan pekerjaan di masa depan.

Lebih dari seperempat anak-anak di bawah usia lima tahun di Ghana menderita kekurangan gizi kronis. Semua itu berpengaruh hingga mereka dewasa, dan hampir 40 persen orang dewasa Ghana bergulat dengan pertumbuhan  seperti anak-anak.

Statistik pemerintah tentang gizi buruk dan stunting anak, data dari UNICEF, WHO, Program Pangan Dunia, dan Laporan Gizi Global, telah memaksa  untuk memperbaiki situasi tersebut, namun krisis ini tetap merupakan isu abstrak dari angka statistik dan sebagian besar dunia menutup mata.

Al Jazeera melaporkan, wartawan Roger Thurow telah membahas bagaimana kekurangan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan anak-anak di Ghana  menciptakan kekacauan dalam sistem layanan kesehatan, yang menghambat produktivitas tenaga kerja, dan memperketat institusi pendidikan.

Kekurangan gizi anak di Ghana juga melemahkan perempuan dan menghancurkan struktur sosial masyarakat. Malnutrisi anak dianggap sebagai stigma di komunitas kecil dmana  ibu menyembunyikan anak-anak mereka yang kekurangan gizi dari masyarakat karena ada rasa malu. Ibu juga sendirian dalam merawat anak-anak, yang melemahkan mereka secara ekonomi dan sosial.

Bahkan ketika seorang anak bisa mendapat makan, maka kebalikan sang ibu yang akan kelaparan, “Anak Anda diberi makan dan pergi ke sekolah, tapi saya kekurangan gizi dan kita tidak dapat sekolah,” ungkap para ibu.

Sebuah laporan baru-baru ini menghitung bahwa pada tahun 2012 ekonomi Ghana kehilangan lebih dari dua miliar dolar sebagai akibat dampak kekurangan gizi pada anak-anak Ghana. Kerugian ini sebesar 6,4 persen dari PDB negara tersebut.

Advertisement