Lembaga Filantropi Diharapkan Beri Pendampingan Bagi Korban Kekerasan yang Tidak Mampu

Setiap dua jam ada tiga perempuan atau setiap hari rata-rata 35 perempuan mengalami kekerasan seksual di negeri ini. ayo perangi kejahatan seksual atas perempuan! (foto:Okezone)

JAKARTA –  Gerakan Anti Kekerasan terhadap perempuan yang akan digalakan selama 16 hari mulai dari 25 November hingga 10 Desember  didukung lembaga filantropi kemanusiaan, yakni Dompet Dhuafa.

Dalam dukungan ini, diharapkan dapat mendorong lembaga filantropi kemanusiaan untuk mendukung pembelaan dan pendampingan keadilan terhadap perempuan khususnya bagi yang tidak mampu.

Kini, akses informasi semakin terbuka dan budaya sosial media juga telah berdampak pada semakin meningkatnya pelaporan atas kasus kekerasan terhadap perempuan akhir-akhir ini.

Kesadaran dan keberanian warga masyarakat dalam membela hak-hak perempuan menjadi salah satu kunci perlindungan terhadap hak asasi manusia ini.

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyampaikan data bahwa tingkat pelayanan korban meningkat. Dimana sebanyak 89,4 persen korban telah dibantu sepanjang 2017, naik dari 69,7 persen di 2016.

Kampanye terhadap bentuk-bentuk kekerasan penting dilakukan agar menyadarkan jika masalah tersebut menjadi salah bagian tanggung jawab masyarakat yang perlu terus disosialisasikan untuk meminimalisir risiko terulangnya kasus tersebut.

 

 

 

 

 

 

Advertisement